Noona hyung pergi dari rumah, ia bertengkar dengan ayah
Aku sudah mencoba menghubungi teman temannya tapi tak ada satupun rumah mereka yang didatangi olehnya
Jika nanti kau kemungkinan bertemu dengannya tolong segera hubungi aku
Sibodoh itu pergi tanpa membawa ponsel maupun dompetnya aishh
Hujan deras menyelimuti jalanan, menciptakan irama ritmis yang menenangkan dan membasahi setiap sudut sekolah. Berdiri di bawah atap sekolah, melihat butiran hujan yang jatuh dari langit, membentuk tirai air yang lebat.
Menghela napas sejenak ketika merasakan dinginnya angin yang membawa butir-butir hujan menyapu wajahnya.
Dengan satu gerakan, ia menaikkan resleting jaketnya hingga menutupi leher, mencoba melindungi diri dari dinginnya udara yang menusuk, saat kemudian ia membuka payung berwarna hitam yang selalu ia bawa di dalam tas, memastikan payung itu terbuka dengan sempurna sebelum melangkah keluar dari area teduh.
Ia harus bergegas, walaupun hujan terus memercik ditengah perjalanannya. Tak ada waktu untuk menunggu hingga hujan berhenti ketika turun begitu deras seperti ini, sialnya lagi, mengapa harus disaat ia harus belanja kebutuhan dapur
Seketika ia mengingat akan Jungwoo yang tadi menelponnya. Lagipula untuk apa pria gila satu itu pergi ditengah hujan seperti ini, hanya karna bertengkar dengan Ayahnya? kekanakan sekali. Jungwoo, dia terlalu menghawatirkan si kakak bodohnya itu
Ia berjalan menuju swalayan masih dengan pakaian sekolahnya, tak ingin kerja dua kali dengan pulang terlebih dahulu ke rumah dan pergi lagi. Alhasil ia lebih memilih sekali jalan
...
Jungkook duduk di kursi taman dengan kepala tertunduk, tubuhnya basah kuyup oleh hujan deras yang tak kunjung reda. Baju yang tadinya rapi kini melekat kusut di tubuhnya, menunjukkan setiap lekuk ototnya yang tegang. Rambutnya yang biasanya tertata kini basah dan acak-acakan, air hujan menetes dari ujung helai rambutnya.
Ia tidak mempedulikan tatapan bingung dan heran dari orang-orang yang berlalu lalang. Tak memperdulikan bagaimana mereka memandang aneh kearahnya, ia tak peduli.
Menghela napas dalam-dalam, ia merasakan dinginnya air hujan yang meresap ke dalam kulitnya, memberikan sensasi yang anehnya menenangkan. Setidaknya, pikirannya yang tadinya panas oleh amarah kini sedikit lebih dingin. Ia baru saja bertengkar hebat dengan ayahnya, perdebatan yang membuat darahnya mendidih dan hatinya terbakar.
Ayahnya, dengan suara tegas dan tatapan tajam, melontarkan kata-kata yang menusuk padanya. Ia dengan emosi yang meluap-luap, membalas dengan kata-kata yang sama tajamnya. Tidak ada yang mau mengalah, tidak ada yang mau mendengarkan. Pertengkaran itu berakhir dengan telapak tangan ayahnya yang mendarat di pipinya dan pintu yang dibanting dengan ia yang keluar dari rumah tanpa tujuan, hanya ingin menjauh dari semuanya.
Ia semakin menunduk, menutup wajahnya ketika merasakan hujan yang terus jatuh di punggungnya
Beberapa saat kemudian ia mendongak ketika merasakan sebuah bayangan yang berdiri dihadapannya, menatap payung yang ada diatas menutupinya dari hujan. Saat kemudian pandangannya jatuh pada sosok gadis yang berdiri dihadapannya
"Kau seperti orang gila" ucap gadis itu datar sembari menatap Jungkook
"Bukan urusanmu, pergilah" ia kembali menunduk sembari menghela nafas berat
"Hey bodoh, semua orang mencarimu. Jangan bertingkah kekanakan dengan membuat semua orang khawatir"
"Sudah kukatakan itu bukan urusanmu, jadi pergi dari hadapanku! aku sedang tak ingin diganggu, apa kau tuli. Pergilah Jeon Woo ri!!" Teriak Jungkook kesal menatap gadis yang berdiri di depan nya
KAMU SEDANG MEMBACA
NERD LOVE
Fiksi Remaja"Hyung, aku suka gadis ini" ucap Jungkook menatap para temannya kemudian beralih kearah gadis berkaca mata yang menampilkan wajah datar didepannya Berawal dari kejadian digudang itu, setelah ia seorang Jeon jungkook direndahkan oleh sosok gadis Nerd...
