Kicauan burung kecil yang hinggap di atas pohon terdengar lembut, terdengar masuk melalui jendela rumah yang sedikit terbuka. Suara yang mengalun menenangkan, seolah menyapa pagi di hari libur ini dengan ketenangan yang sempurna. Udara pagi yang segar bercampur dengan aroma dedaunan basah setelah embun malam, menciptakan suasana yang damai dan menyegarkan.
Duduk santai di sofa, menikmati momen ini sepenuhnya. Di depannya, layar televisi menampilkan channel kesukaannya, sebuah rutinitas pagi yang selalu dinantikan setelah hari-hari yang sibuk dengan ditemani cemilan buatan sendiri yang ada dipangkuannya saat ini. Momen yang sulit diukur dengan apapun, di mana ia bisa sepenuhnya bersantai, menikmati kesendirian, dan membiarkan pikirannya mengalir bebas tanpa gangguan.
Ia terlonjak kaget hingga spontan tubuhnya berputar menatap kearah pintu yang dibuka paksa dan kasar, baru saja ia merasa seperti disurga dengan ketenangan ini, namun apa ini?
Matanya menangkap sosok pria yang masuk kedalam rumahnya dengan langkah gontai, duduk di sampingnya dengan kepala yang bersandar di bahu nya. Gerakan tangannya yang ingin memasukkan snack kedalam mulutnya sontak terhenti di udara ketika mencoba mencerna apa yang baru saja tiba
Ketika akhirnya dengan penuh kesadaran, tangannya terangkat dan memukul kepala pria yang bersandar dibahunya karena kesal dan terganggu
"Sial!! Ada apa denganmu?!! Tak bisakah kau mengetuk pintu sebelum masuk, berhenti bertingkah seenaknya, Jeon Jungkook! Apa kau tak memiliki etika?!" Kesalnya sembari mendorong pria itu menjauh darinya dengan tatapan tajam
"Kenapa harus mengetuk? aku memiliki kunci rumahmu" jawab pria itu santai
"Ini bukan rumahmu, jangan seenaknya bersikap tak sopan dengan menghancurkan rumah karena tingkah tak beretika mu itu" Jungkook hanya mengangkat bahunya tak peduli mendengar kekesalan gadis disampingnya. Saat ia kembali bersandar santai di bahu gadis itu
Wuri di sana hanya duduk sembari mengatur nafas nya, kekesalan begitu memuncak di ubun-ubun sekarang. Mood pagi yang begitu baik seketika hancur karna kebodohan seseorang yang begitu mengganggu
"Sayang, aku lapar" ucap Jungkook separuh merengek
Sedangkan Wuri yang mendengar itu, hanya mencoba menulikan telinganya. Mencoba tak memperdulikan apapun saat matanya terus menatap layar tv. Beginilah hari-hari yang terjadi setelah hari itu
Hubungan mereka mungkin sudah mencapai dua puluh tujuh hari, ya hampir satu bulan. Entah mengapa ia mulai menyesali pilihan nya untuk menjalin hubungan dengan pria ini. Rasanya begitu lelah dan terusik. Tak pernah tau bahwa memiliki kekasih akan begitu merepotkan seperti ini
Semakin bertambah umur hubungan, membuatnya setiap hari harus dibuat mengelus dada sabar atas seluruh hal memuakkan yang dialaminya selama ini. Betapa merepotkan dan mengganggunya pria ini ternyata
Manja
Seolah menjadi pengasuh bayi besar saat ini. Terkadang bertanya-tanya, apakah pria ini tak merasa malu bertingkah kekanakkan di setiap waktu? namun Jeon Jungkook adalah hal lain yang memang sedari awal harusnya tak diberi ruang
"Kau tak mendengarku? Hey, kubilang aku lapar" ujar Jungkook lebih tegas sembari mendongak menatap gadis di sampingnya yang terlihat tak peduli
"Sayang...lihat aku" ucap Jungkook sembari melambai-lambai kan tangannya didepan wajah gadis itu
"Wuri!!"
"Apa, sialan!!" Teriak Wuri kesal saat menoleh menatap pria itu tajam dan kesal
"Kau tak mendengarkan ku, dasar bodoh" ucap Jungkook dengan sedikit kesal, membuat gadis disampingnya menatap tajam sebelum kemudian kembali menatap layar televisi
KAMU SEDANG MEMBACA
NERD LOVE
Teen Fiction"Hyung, aku suka gadis ini" ucap Jungkook menatap para temannya kemudian beralih kearah gadis berkaca mata yang menampilkan wajah datar didepannya Berawal dari kejadian digudang itu, setelah ia seorang Jeon jungkook direndahkan oleh sosok gadis Nerd...
