"Terima kasih, sudah membawaku berkeliling kota"
"Tentu saja, mengapa berterima kasih? masuklah, udara diluar semakin dingin"
"Aku akan masuk setelah kau pergi"
"Masuklah, Wuri. Aku akan pergi setelah melihatmu masuk kedalam, pergilah masuk"
"Tidak, aku akan menunggumu pergi sebelum masuk" mendengar ujaran yang begitu keras dari gadis dihadapannya membuatnya sejenak menghela nafas menyerah
"Baiklah, aku pulang sekarang, aku akan kemari lagi nanti untuk melihat calon istriku"
"Kurasa Choi Sungyeol sudah semakin gila di desa ini" mendengar gurauan itu hanya membuat mereka terkekeh pelan bersama
Saat akhirnya Sungyeol mengusak pelan rambut gadis dihadapannya sebelum kemudian berjalan menjauh sembari melambaikan tangannya
"Sampai jumpa lagi, Oppa"
Menatap kepergian pria yang sejak tadi membawanya berkeliling, tersenyum menatap seluet tinggi itu yang akhirnya menghilang dibalik gang
Dengan helaan nafas kecil, kakinya kemudian melangkah masuk kedalam rumah. Memang benar adanya, udara malam seolah seperti badai angin tak berujung yang terus meniup tubuhnya
Sejenak menoleh kearah jam dinding yang ada di ruang tamu, menunjukkan pukul delapan malam. Apakah ia harus membersihkan diri terlebih dahulu? Sepertinya iya. Langkahnya kemudian dengan pelan berjalan menuju kamarnya
"Ohh astaga aku melupakan sesuatu" ujarnya pelan saat ia kemudian berbalik dan berlari kedapur, tempat dimana neneknya duduk sembari mengupas kentang
"Kau sudah pulang?" Ujar sang nenek yang diangguki pelan olehnya
"Ya baru saja sampai"
"Menyenangkan bukan berkeliling menikmati sore bersamanya?"
"Ya, kurasa begitu...Halmeonie, dimana anak itu?" Tanyanya pelan sedikit gugup menatap neneknya
"Ia ada di kamar tengah, sepertinya aku tak bisa membiarkannya tidur di rumah pohon itu" jelas nenek dengan tangan yang masih sibuk dengan kupasan kentangnya
"W-waeyo?"
"Pamanmu begitu keras padanya, aku merasa tak tega setelah melihatnya hampir pingsan setelah seharian berada di ladang membantu pamanmu. Semakin tak tega jika harus melihatnya dikerumuni nyamuk dirumah pohon itu" jelas sang nenek sembari menggeleng tak tega
"Baiklah, kurasa aku juga harus menemuinya sekarang" ujarnya yang kemudian berjalan menjauh dari dapur setelah meletakkan beberapa bungkus makanan yang sempat ia beli
Saat ia kemudian berdiri dan memutar kenop pintu kamar di depannya. Dengan dorongan kecil, matanya langsung tertuju pada sosok pria yang berbaring sedikit gelisah di atas kasur kecil itu dengan pinselnya
"Heyy bunny, bagaimana kabarmu hari ini?" Ujarnya pelan sembari menutup pintu dan berjalan masuk kedalam untuk duduk dipinggir ranjang menatap pria yang tampak tak memperhatikannya sama sekali
"Jeon" panggilannya sekali lagi masih dengan senyuman itu, saat yang ia dapat hanya tatapan tajam sebelum pria itu membuang wajah darinya, menyibukkan diri dengan ponsel itu
Merasa diabaikan, tangan Wuri bergerak kemudian merebut kasar ponsel itu dari tangan pria itu. Berakhir dengan sedikit pertikaian tak mau mengalah
"Sial, Kembalikan!"
"Kau mengabaikan ku" ujarnya sembari menyembunyikan ponsel itu dibelakang punggungnya
Tampak Jungkook membuang wajah dengan menatap kearah jendela, wajah itu begitu muram dan sendu disaat bersamaan
KAMU SEDANG MEMBACA
NERD LOVE
Novela Juvenil"Hyung, aku suka gadis ini" ucap Jungkook menatap para temannya kemudian beralih kearah gadis berkaca mata yang menampilkan wajah datar didepannya Berawal dari kejadian digudang itu, setelah ia seorang Jeon jungkook direndahkan oleh sosok gadis Nerd...
