Chapter 32 : It Will Happen?

94 9 0
                                        


Kriingg...

Bunyi bel sekolah yang nyaring memecah keheningan kelas, dan seketika itu juga suasana berubah. Suara itu seolah menjadi sinyal kebebasan, membangkitkan semangat yang tak terlukiskan. Kegembiraan yang tak tertahankan, karena itu adalah tanda bahwa pelajaran terakhir hari ini telah usai.

Senyum lebar mulai merekah di wajah para siswa yang kini bergegas merapikan buku dan peralatan mereka, berlari keluar dari kelas dengan terburu-buru. Waktu untuk bersantai, bermain, atau hanya sekadar melupakan sejenak semua tugas dan pelajaran yang kini ada di depan mata. Sesuatu yang sederhana, namun begitu berharga, dan perasaan senang itu tak bisa dijelaskan dengan kata-kata

Memasukkan seluruh bukunya saat melirik sekilas kearah para siswa yang terlihat begitu tergesa-gesa untuk keluar dari ruangan ini. Merepotkan sekali jika harus ikut berdesakkan keluar dari sekolah seolah meteor akan jatuh keatas kepala mereka jika tak segera keluar

Setelah memastikan bahwa semuanya tertata rapi di dalam tas, ia kemudian berdiri menatap kelas yang sudah kosong. Setidaknya ia tak merasa sesak karna melihat desakkan para siswa

Berjalan di lorong sendirian sembari menatap bagaimana lapangan di bawah masih dipenuhi dengan siswa yang terlihat bermain bola kaki

Langkahnya yang begitu santai dan nyaman sontak terhenti ketika tiba-tiba lengan nya di taik dan sebuah kain menutupi wajahnya, membuatnya kebingungan sekaligus meronta. Dari balik kain penutup itu, ia bisa melihat beberapa pria dan satu wanita yang tertawa di depan nya saat ini

"Siapa kalia--" belum sempat menyelesaikan kalimatnya, mulutnya di tutup dari balik penutup kepala itu

Ketika tiba-tiba merasakan tubuhnya di seret kasar menuju suatu tempat. Ia mencoba meronta keras bahkan ketika mulut nya di tutup dan tubuhnya di pegangi

Wuri sedikit meringis ketika tubuhnya di dorong hingga terduduk di atas kursi. Saat ia menjerit dan meronta keras ketika merasakan sebuah tali mengikat kedua tangan nya di belakang kursi. Siapa yang melakukan ini semua?

"Lepaskan aku!! Siapa kalian?!! Sial, lepaskan aku!!" Teriaknya sembari terus meronta mencoba menarik tangannya dari ikatan tali itu

Setelah beberapa saat, kain penutup kepala nya di tarik secara tiba-tiba. Sejenak membuat nya menunduk untuk meminimalisir cahaya yang menyilaukan mata nya.perlahan ia mendongak menatap beberapa dari mereka yang berdiri dengan senyum mengejek

Tatapannya menajam ketika matanya menangkap salah satu gadis yang mencuri perhatiannya. Hyeri. Menatap wajah gadis itu yang tampak puas karena ia yang terikat di kursi ini

"Sial! Lepaskan aku, Hyeri! Aku tau ini ulah mu! Apa-apaan ini?! Kau mulai berlebihan" teriaknya keras menatap gadis itu tajam dan menusuk

"Kau sungguh memiliki nyali hingga berani menentang ku? wajah sialan mu itu membuatku ingin muntah. Jangan besar kepala kau dasar gadis miskin, kau hanya penerima beasiswa disekolah ini, seharusnya kau tak berada disini, bodoh. Sadar diri lah, aku benci melihat gadis jalang sepertimu" jelas Hyeri yang kemudian mendekat dan menundukkan wajahnya menatap tajam kearah Wuri yang tak bisa bergerak saat ini

"Apa masalahmu?! Tak pernah sedikitpun aku mencari perkara dengan mu! Berhenti bertingkah seperti seluruh dunia ada di sekelilingmu! Kau sama biasanya sepertiku!" Mendengar itu seketika membuat Hyeri tersulut hingga mencengkram erat dagu gadis itu dengan tatapan tak senang

NERD LOVECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang