Chapter 16 : Relief

126 11 0
                                        


Memejamkan matanya dibawah pohon teduh, saat yang terdengar hanyalah detik jam pada arlojinya. Matanya seketika terbuka ketika ia mendudukkan diri dengan satu helaan nafas kasar

Dimana sebenarnya gadis itu sudah sepuluh menit ia menunggu disini namun tak sedikitpun gadis itu menunjukkan batang hidungnya. Sial menyebalkan sekali harus menunggu seperti ini

Ia menatap sekitar taman yang sepi, secara taman ini berada disudut sekolah, siswa mana yang ingin kepanasan berada dibawah taman terbuka seperti ini di siang hari

Matanya menyipit ketika dari kejauhan ia melihat dua orang yang berdiri dibalik pohon persik

"Jimin" ucapnya ketika melihat sosok Jimin dan Wuri yang berdiri disana

"Sejak kapan mereka jadi sedekat itu?" Ucapnya saat alisnya mengerut, menatap tak senang ketika melihat dua orang itu yang berbicara satu sama lain seolah teman karib

Berbagai ekspresi ditampilkan di wajahnya ketika melihat bagaimana gadis itu menunduk malu dan gugup pada Jimin yang tersenyum. Saat ketika ia berdiri menegakkan tubuhnya ketika melihat Jimin memegang ponsel Wuri

"Apa mereka bertukar nomor ponsel. Sial, bahkan aku tak memiliki nomor gadis itu" melihat itu semakin menyebalkan

Melihat cara bagaimana gadis itu tersipu dan tersenyum setelah melihat Jimin tertawa, terlihat begitu menyebalkan, sangat menyebalkan

Ia melangkah mendekat ketika melihat Jimin yang terlihat melambaikan tangan dan pergi dari area taman. Sial, ia begitu kesal sekarang. Seharusnya gadis ini tak tersenyum seperti itu setelah membuatnya kelaparan hanya untuk menunggu obrolan mereka selesai

"Selesai bermanja bersama Jimin, nona?" Wuri yang berdiri disana sedikit tersentak terkejut ketika mendengar suara dari belakangnya, ia berbalik menatap Jungkook yang menatapnya dengan tatapan bengis

"Ahh benar, ternyata kau ada disini. Baiklah, ini bekalmu" Jungkook sedikit menggertakkan giginya ketika melihat senyum gadis dihadapannya yang begitu cerah seolah Jimin menjadi alasan senyuman itu mengembang

"Apa yang bicarakan bersama Jimin barusan?" Tanya Jungkook dingin

"Ohh dia hanya mengantarku untuk menemukanmu karna aku tak melihatmu di gudang"

"Kau senang?" Wuri seketika melebarkan senyumnya ketika mendengar pertanyaan itu

"Senang? Tentu saja hahha senang sekali" ucapnya sembari menunduk memainkan jarinya, sedikit tersipu mengingat pertemuannya dengan Jimin

"Kau terlihat menyukainya" sontak ia mendongak ketika mendengar ucapan Jungkook, senyum dibibirnya seketika hilang sejenak

"A-apa yang kau katakan? itu tidak masuk akal, memang siapa aku berani menyukainya" jawabnya dengan gugup sembari membuang wajah

"Lalu mengapa senang setelah obrolan tidak penting seperti itu?" Melihat Jungkook yang tampak kesal seketika membuatnya mengangkat alis bingung

Ada apa dengan pria ini? Jungkook bertingkah aneh, pasalnya pria ini terus menatapnya tajam dan tak senang sedari tadi

"Kau ini kenapa? Kenapa terlihat kesal?"

"Aku tidak suka melihat mu bicara dengannya, berhenti tersenyum seperti itu didepan orang lain selain diriku atau kujahit mulutmu itu agar kau tak bisa lagi tersenyum dan bicara" ucap Jungkook dengan nada mengancam saat ia berjalan mendekat hingga berdiri tepat dihadapan gadis itu, memperlihatkan aura hitam yang membuat gadis itu perlahan memundurkan langkahnya

"H-hey ada apa? kau terlihat menakutkan sekarang?" Tanya Wuri sembari memundurkan langkahnya dari pria yang saat ini terlihat begitu menyeramkan dengan wajah itu

NERD LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang