Sore yang tenang, udara sejuk mengalir lembut menyapu wajahnya. Langkah kaki Wuri menyusuri trotoar, sesekali ia berhenti untuk menikmati suasana sekitar. Cahaya matahari yang mulai meredup memancarkan warna oranye keemasan di sepanjang jalan, menciptakan bayangan panjang di bawah pepohonan.
"Ternyata menikmati sore seperti ini tak terlalu buruk"
Ia melangkah santai, membiarkan pikirannya melayang, menikmati waktu luang yang jarang ia dapatkan. Di sekitarnya, suara tawa anak-anak kecil yang bermain, deru sepeda, dan suara angin yang bersenandung pelan membuatnya merasa damai. Mata nya tak sengaja menangkap sesuatu di kejauhan. Di sebelah kiri, sebuah lapangan basket yang terletak di area taman tampak sepi.
Langkahnya perlahan membawanya mendekat, memperhatikan setiap detail lapangan yang kosong, namun masih terlihat bekas aktivitas. Ring basket berdiri tegak, dengan jaring yang menggantung lemas, bergerak sedikit oleh angin.
Matanya tiba-tiba tertuju pada sebuah benda bulat yang tergeletak di bawah ring basket. Sebuah bola basket, ditinggalkan begitu saja. Ia menatap bola itu sejenak, lalu pandangannya kembali menyapu lapangan, mencari apakah ada orang yang mungkin kembali untuk mengambilnya. Namun, lapangan itu sepi, hanya ada dirinya dan bola itu.
Dengan penasaran, ia berdiri tepat di depan bola, membungkuk meraih bola yang terasa sedikit berat dan hangat, mungkin baru saja digunakan sebelum ia tiba. Seolah merasa tertantang, ia tersenyum sebelum kemudian memantulkan bola tersebut beberapa kali ke lantai dan melemparnya keudara
"Masuk...masuk" ujarnya sembari menatap bola yang melambung tinggi, tangan nya terkepal di udara dengan bangga saat senyumnya mengembang melihat bola berhasil masuk
Dulu saat sekolah menengah pertama, ia pernah mencoba untuk bergabung dengan ekskul basket di sekolahnya. Ia menyukai olahraga ini, namun kepribadiannya yang cenderung introvert dan sulit bersosialisasi membuatnya merasa kesulitan hingga akhirnya memutuskan untuk berhenti setelah ujian nasional
Merasakan perasaan nostalgia, membuatnya bersemangat berlarian sembari memantulkan bola itu di lantai lapangan untuk mengejar ring. Matanya terus terfokus pada ring di atasnya untuk kembali mencetak score dirinya sendiri
Baru saja ia hendak melompat dan melempar bola, tiba-tiba ia kehilangan pijakannya akibat lantai lapangan yang licin karena hujan beberapa jam yang lalu
Tubuhnya jatuh terlentang menghantam ubin dengan bola yang menggelinding. Ringisan kecil keluar dari bibirnya ketika ia memegangi punggung nya yang sakit
"Sial" umpat nya pelan ketika ia sejenak berbaring di sana untuk meredakan rasa sakit di punggung nya
Kepalanya mendongak keatas ketika dalam kilauan cahaya matahari sore yang menyilaukan, sosok pria bak malaikat berdiri mengulurkan tangan kearahnya
Ia terdiam masih memegangi pinggangnya yang sakit, ketika akhirnya ia tersadar dan menerima uluran tangan itu. Perlahan dengan kesulitan, ia berdiri sembari meringis pelan
"Kau baik baik saja?" Tanya pria itu yang membuat nya sejenak terdiam sebelum kemudian mengangguk pelan
"Tentu, terimakasih" ucapnya sedikit membungkuk berterima kasih sembari memegangi pinggangnya
"Kau seharusnya tak bermain di ring sebelah sini, lantai lapangan masih licin dan basah, sangat berbahaya. Kau bisa bermain di sebelah sana, lantainya lebih kering" ujar pria itu sembari menunjuk kearah ring basket yang ada di depan
"Sebetulnya aku hanya iseng mencoba. Lagipula aku tak tau ini bola milik siapa" ucapnya menjelaskan dengan sedikit senyum malu karna kejadian itu
"Itu bola miliku. Tadinya aku baru saja keluar dari cafe seberang jalan setelah membeli kopi. Tak kusangka ketika kembali, aku mendapati seseorang berbaring dilantai" jelas pria itu dengan senyum kecil, membuat Wuri yang mendengar itu seketika tertawa kering dengan perasaan malu
KAMU SEDANG MEMBACA
NERD LOVE
Fiksi Remaja"Hyung, aku suka gadis ini" ucap Jungkook menatap para temannya kemudian beralih kearah gadis berkaca mata yang menampilkan wajah datar didepannya Berawal dari kejadian digudang itu, setelah ia seorang Jeon jungkook direndahkan oleh sosok gadis Nerd...
