Sepuluh menit telah berlalu sejak mereka meninggalkan Sungai Han. Dengungan pelan mobil memenuhi ruangan saat ia menoleh menatap gadis yang menyandarkan kepalanya dengan lembut ke kaca jendela mobil yang dingin, kelopak matanya terkulai karena kelelahan.
Cahaya lembut dari lampu jalan di luar memantul memancarkan cahaya tenang di atas ekspresinya yang mengantuk. Napas yang melambat seolah sedang berjuang untuk tetap terjaga
"Tidurlah, masih ada waktu lima belas menit sebelum sampai" ujarnya yang kemudian membuat gadis itu mendongak dan menggeleng pelan
"Tak apa, aku akan membangunkan mu nanti setelah sampai dirumah"
"Tidak" Jungkook menghela nafas pelan sebelum kemudian terdiam kembali
Saat beberapa detik kemudian, telinganya menangkap dengkuran halus. Ia menggelengkan kepalanya sembari menatap gadis yang sudah sepenuhnya tertidur disampingnya
"Dasar keras kepala" ujarnya pelan sebelum kembali fokus pada jalanan untuk segera pulang. Pasti begitu melelahkan setelah seharian terus berkeliling tanpa istirahat
Setelah menempuh perjalanan yang begitu melelahkan, akhirnya mobil berhenti dipinggir gang. Setelah mematikan mesin mobilnya, ia kembali menoleh kearah gadis disampingnya yang terlihat begitu damai
Tangannya terulur berniat membangunkan gadis itu. Namun, mata itu seketika terbuka lebar bahkan saat ia belum menyentuh gadis itu
"Sudah sampai?" Ia terdiam sejenak, terkejut saat kemudian mengangguk pelan
"Jeon Jungkook! Kau menungguku sedari tadi?!" Ia menggeleng pelan masih menatap gadis itu yang menghela nafas lega setelah tadinya panik
"Kukira kau sedari tadi menungguku bangun, maaf aku tak bermaksud tidur tadinya"
"Tak apa, istirahatlah setelah masuk"
"Kau juga segeralah pulang dan istirahat, jangan kemana-mana. Aku akan turun, terimakasih untuk hari ini" Jungkook tersenyum lebar sembari mengangguk pelan saat melihat gadis disampingnya yang terus mengusap pelan mata sayu itu
Saat ia melihat gadis itu turun dari mobil dan berlalu masuk kedalam rumah.
"Sial, aku melupakan itu" ucapnya yang tiba-tiba keluar dari mobil dengan barang ditangannya menyusul gadis itu
"Sayang, kau melupakan bonekamu" teriaknya yang kemudian menghampiri gadis itu yang sudah berdiri diambang pintu
"Ahh benar, aku hampir melupakan kelinci besar ku" Jungkook terkekeh pelan mendengar itu
"Biarkan aku yang membawanya masuk"
Setelah meletakkan benda itu diatas sofa, ia sedikit menghela nafas lega dengan senyuman kecilnya
"Jeon, gaun ini, aku akan mengembalikannya setelah kubersihkan" ia berbalik menatap bingung dengan alisnya berkerut mendengar ucapan gadis yang berdiri dibelakangnya
"Ada apa? Kau tak menyukai gaun ini?"
"Tentu saja aku menyukainya. Ini milikmu tentu saja aku harus mengembalikannya" mendengar itu sontak membuatnya mengerjabkan matanya beberapa kali untuk mencerna kalimat gadis itu
"Bro! Aku tak menggunakan pakaian wanita! Kau gila?!" Ujarnya sembari menatap gadis itu aneh
"Lalu apa yang harus kulak--"
"Jeon Woo Ri, aku membelikan itu untuk mu. Untukmu, bodoh" potong Jungkook sembari menekankan kalimatnya
"Apa?! Kau membelikan ini untukku? Heh? Benarkah? Mengapa?" Tanya Wuri yang menatap tak percaya pada pria dihadapannya saat ini
KAMU SEDANG MEMBACA
NERD LOVE
Ficção Adolescente"Hyung, aku suka gadis ini" ucap Jungkook menatap para temannya kemudian beralih kearah gadis berkaca mata yang menampilkan wajah datar didepannya Berawal dari kejadian digudang itu, setelah ia seorang Jeon jungkook direndahkan oleh sosok gadis Nerd...
