Rintikan hujan yang semakin deras membasahi setiap sudut kota, menciptakan genangan kecil di jalanan yang perlahan meluap. Sore hari seperti ini, cuaca hujan seolah menjadi sahabat yang sering datang tanpa diundang. Langit yang tadinya kelabu kini benar-benar tertutup awan tebal, membuat suasana terasa redup dan dingin.
Setiap tetesan terasa seperti sentuhan kecil yang menenangkan diatas telapak tangannya, membawa rasa damai yang tak bisa dijelaskan. Di luar, gemericik air yang menghantam tanah, atap, dan dedaunan menciptakan harmoni alam yang indah, seperti alunan musik yang dimainkan tanpa henti oleh alam.
"Tak pernah lagi aku melihat pelangi" ucap seorang gadis yang masih duduk di depan jendelanya sembari menikmati air yang terus jatuh ke telapak tangannya
Saat kemudian ia berdiri dan berjalan kearah dapur, melanjutkan aktivitas masaknya yang sempat tertunda karna sibuk menikmati alunan hujan
"Gimbab sepertinya enak" ujarnya pada dirinya sendiri, ketika tangannya mulai dengan cekatan memilah bahan untuk membuat nasi gulung
Dengan senandung kecil, ia mulai membuat makanan sesuai dengan seleranya. Sesekali menatap keluar jendela yang berada disudut, ketika mengetahui hujan mulai mereda
"Setelah sekian lama akhirnya" ujarnya sembari menghembuskan nafas ketika menatap makanan diatas piring sebelum kemudian membawanya kemeja makan untuk dinikmati sore ini
Tok tok tok
Sontak ia berhenti mengunyah ketika mendengar sebuah ketukan, alisnya berkerut sembari diam seolah mencoba memastikan apakah telinganya yang salah
Saat kemudian ia akhirnya berdiri dan berjalan menuju pintu. Sedikit mengintip dari tirai jendela, sejenak mengerutkan keningnya bingung ketika melihat sosok Jungkook duduk di depan rumahnya menunduk. Apa pria ini yang mengetuk barusan? Ada apa ini? Tumben sekali tak mendobrak pintu
"Apa ia sedang kerasukan setan sopan santun" ujarnya pelan sebelum kemudian membuka pintu dan menatap pria yang duduk membelakanginya saat ini
"kau sedang kerasukan sesuatu? Mukjizat apa yang kau dapatkan hingga membuatmu begitu sopan" tanyanya sembari menatap pria yang kemudian berdiri dan mendongakkan kepala menatapnya. Matanya sontak menyipit ketika menatap pria didepannya saat ini
"Hey! Ada apa denganmu? Wajahmu pucat"
"Mengapa begitu lama membukanya, Jeon Woo Ri!" ucap Jungkook dengan nada pelan saat kemudian melangkah kedepan kemudian menjatuhkan kepalanya di bahu gadis itu
"Sial, kau kenapa?!" Ucapku Wuri yang kemudian membantu pria itu masuk kedalam rumah, ketika melihat langkah pria itu yang sedikit goyah
Saat kemudian mendudukkan Jungkook diatas sofa, menyandarkan kepala pria itu perlahan di punggung sofa. Sejenak terdiam sembari menatap wajah itu
"Sial, tubuhmu panas sekali! Mengapa tak langsung kerumah sakit?!" Jungkook seketika menggeleng pelan
"Tidak, aku tak ingin ke sana. Jangan memaksaku, sayang" ucap Jungkook lemas sembari memeluk tubuhnya yang terasa dingin
"Jangan membantah, Jeon! aku akan bersiap sebentar" ucap Wuri yang kemudian berdiri hendak bersiap, namun lengannya kembali di tarik hingga ia goyah dan jatuh keatas dada pria itu, merasakan ketika sebuah tangan memeluknya erat
"Biarkan aku mengambil jaketku, lalu kita akan pergi"
"Sudahlah, aku hanya butuh kau" ujar Jungkook pelan namun hanya di balas dengan decakan kesal dari gadis diperlukannya saat ini
"Kau hanya akan memperburuk keadaanmu, bodoh. Jangan membantah" jawab Wuri tegas sembari mencoba menarik diri dari pelukan itu
"Kepalaku sakit, sayang. Bisakah kau hanya diam dan tetap disini?" Gerakannya sejenak terhenti ketika mendengar suara parau itu, helaan nafas keluar dari bibirnya, saat ia akhirnya mengalah dan balas memeluk pria itu
KAMU SEDANG MEMBACA
NERD LOVE
Novela Juvenil"Hyung, aku suka gadis ini" ucap Jungkook menatap para temannya kemudian beralih kearah gadis berkaca mata yang menampilkan wajah datar didepannya Berawal dari kejadian digudang itu, setelah ia seorang Jeon jungkook direndahkan oleh sosok gadis Nerd...
