Chapter 61 : Love To Hate

60 7 0
                                        



Hujan tipis mulai turun, namun wanita paruh baya tidak mengindahkan. Langkahnya tetap lamban, nyaris tanpa tujuan, seolah seluruh energi di dalam tubuhnya telah terkuras habis. Kepalanya tertunduk di dalam, rambut yang mulai memutih sedikit berantakan terkena angin dan rintik hujan. Jemarinya yang gemetar perlahan menyeka pipi yang sedikit basah

Pikirannya penuh dengan kata-kata yang baru saja ia dengar dari anak sulungnya, tentang seseorang yang dengan tak tau dirinya masuk kedalam ruang lingkup keluarganya. Berniat untuk menghabiskan waktu bersama dengan suami dan anaknya, seketika berubah menjadi keterkejutan

Langkahnya membawanya ke trotoar yang ramai oleh orang-orang lewat lalang. Bahunya beberapa kali tersenggol, tapi dia tidak peduli. Sementara kakinya terus membawa jauh dari hiruk pikuk restoran tempat ia meninggalkan suami dan anaknya. Tak memperdulikan apapun, saat rasanya kekecewaan begitu besar hingga membuatnya tampak kosong sekarang

"Anyeonghaseyo, Eomma-nim"

Mendengar suara seseorang membuat langkahnya sejenak terhenti, saat ia menatap sepatu yang berdiri didepannya. Mendongak sejenak, saat matanya kemudian bertatapan dengan mata gadis itu yang tengah tersenyum sembari sedikit membungkuk hormat

"Imo, kau sedang apa disini? Jarang sekali melihatmu berjalan kaki seperti ini" sahut seorang pria jangkung yang berdiri di samping gadis itu


Plak


Seolah waktu terhenti saat suara nyaring dari tamparan keras itu mendarat di pipi gadis yang hampir terhuyung dengan kepala menoleh ke kiri. Seolah menjadi pertanyaan besar tentang apa yang terjadi, gadis itu diam sembari memegangi pipinya bingung

"Imo, apa yang kau lakukan pada Wuri?!!" Teriak pria itu keras dan terkejut setelah melihat apa yang baru saja dilakukan oleh wanita yang sudah ia anggap ibunya sendiri. Ibu dari Jeon Jungkook

"Puas kau huh?!! puas karena dirimu sekarang anakku terus membangkang padaku?!! puas kau karna telah menghancurkan keluargaku?!! puas kau karna semuanya terjadi karna kau, sialan!!" teriak Nyonya Jeon keras yang sontak mengundang atensi dari masyarakat sekitar

Sedangkan disana, Wuri berdiri terdiam mematung sembari menatap wanita dihadapannya yang tampak begitu emosi dibalik kekosongan itu.

"Apa yang kau berikan pada anakku hingga membelamu dengan segitunya?! Apa yang kau berikan pada Jungwoo hingga ia begitu terus memanggil-manggil namamu?!! Dan apa yang kau berikan pada suamiku hingga ia tampak merestui hubungan kalian huh?!! Apa yang kau berikan, sialan!!" teriak Nyonya Jeon tak terkendali dengan wajah memerah emosi

"Eomma-nim, aku--"

"AKU BUKAN IBUMU!! berhenti memanggilku dengan sebutan itu, sialan!! aku tak sudi memiliki anak sepertimu yang hanya memanfaatkan keluargaku. Semuanya sudah terbaca sejak awal, kau hanya menginginkan harta keluargaku bukan, itu sebab nya kau mendekati anakku!! Kau tak ada bedanya dengan gadis ular itu!! Kau hanya gadis miskin yang tak tau malu!! aku begitu membenci manusia sepertimu. Tak bisa kah kau menjauh dari keluargaku?!! Tak bisakah?!!"

"CUKUP IMO!! perkataanmu sungguh keterlaluan, aku tak tau apa masalahmu hingga sampai seperti ini, apa yang membuatmu berfikiran seperti itu, padanya huh?! Wuri tidaklah seperti yang kau pikirkan, ia tak sama seperti Yiren, kau tak bisa menyamakan ia dengan gadis itu. Jeon Jungkook membela orang yang benar, imo sadarlah" potong pria yang kemudian berdiri didepan Wuri mencoba melindungi

"Hahha ada apa, Jimin? Kau juga terkena sihirnya? Apa yang diberikan gadis ini padamu huh? Sesuatu yang membuatmu sulit melupakannya? apa tubuhnya? Apa tubuhnya sebagus itu hingga kau ikut berubah sama halnya seperti Jungkook"

NERD LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang