15:00 KST
Hujan yang datang tanpa peringatan membuat sore yang tadinya cerah berubah mendadak. Sepuluh menit yang lalu bahkan langit masih bersih tanpa awan, namun kini rintik-rintik air turun deras dari langit kelabu. Saat yang ia lakukan hanya berdiri di depan jendela yang terbuka, merasakan dinginnya tetesan hujan yang jatuh ke tangannya, seolah membawa sejuk yang menembus sampai ke tulang.
Suara hujan yang menimpa atap dan jalanan aspal terasa menenangkan, mengiringi pikirannya yang melayang jauh.
Namun, ketenangan itu segera terusik oleh suara samar yang terdengar dari arah pintu. Kepalanya sontak tertoleh ketika mendengar bunyi ketukan yang memecah keheningan, membuatnya mengernyitkan kening bingung
Ia berdiri sembari memandang kearah pintu rumahnya yang tertutup. Pikiran mulai berputar, siapa yang mungkin datang saat hujan begini?
Dengan rasa penasaran bercampur sedikit kekhawatiran, ia melangkah menuju pintu. Mungkinkah seseorang sedang mencari tempat berteduh di depan rumahnya?
Dengan gerakan pelan, ia akhirnya memutar kenop pintu dan membukanya, saat tatapannya langsung tertuju pada sosok pria yang berdiri dengan senyum lebar menatapnya, membuatnya seketika diam terkejut, pasalnya pria ini datang dengan tampilan kusut dan pakaian yang basah kuyup
"Wuri, aku---"
Tanpa berniat untuk mendengarkan apapun, tangannya kembali mendorong hingga tertutup kasar sebelum pria itu sempat menahannya
"Wuri-ya kumohon buka dulu pintu ini, kita perlu bicara. Hanya sebentar, kumohon...Tolong maafkan aku" ia hanya diam didepan pintu ketika mendengar suara itu, tak berniat untuk membukakan pintu sedetikpun
"Kumohon, hanya sebentar. Maafkan aku atas perkataan yang kemarin, aku tak bermaksud mengatakan hal buruk seperti itu sama sekali, kumohon dengarkan aku" ia masih diam tak bergerak bahkan saat mendengar pintu rumahnya digedor
"Tolong buka pintunya, biarkan aku bicara sebentar, aku mohon"
Dengan helaan nafas kasar, ia kemudian berjalan menjauh dari pintu. Kembali masuk kedalam kamarnya tanpa memperdulikan apapun, semuanya hanya omong kosong
"Aku akan menunggumu sampai kau mengizinkanku untuk bicara denganmu, sekalipun aku harus kedinginan diluar"
Ia memutar matanya jengah mendengar itu, tau bahwa itu hanya rayuan klasik yang selalu pria jaman sekarang lontarkan hanya untuk wanita-wanita polos.
Dengan kasar ia menutup pintu kamarnya agar tak lagi mendengar teriakkan pria itu, saat ia kemudian berbaring diatas kasur sembari memainkan ponselnya disaat hujan bahkan terdengar semakin deras hingga memekakkan telinganya
"Semua perkataanya itu hanya omong kosong. Seolah ia merasa bisa berjuang diluar sana, hahha dasar pria brengsek"
Menghabiskan sisa harinya dengan menatap layar ponsel membuat matanya terasa begitu lelah, saat rintikan hujan menjadi lagu indah yang mengalun di telinganya hingga membuatnya perlahan memejamkan matanya setelah merasa begitu lelah
...
Music play still with you by Jeon Jungkook (Disarankan)
19:15 KST
Tubuhnya terlonjak bangun seiring dengan gemuruh petir yang menggema, menyambar langit malam dengan suara menggelegar yang memantul di seluruh ruangan. Detak jantungnya yang terkejut berusaha menenangkan diri, sementara tangan secara refleks memegang kepalanya yang berdenyut pelan. Ia duduk di tepi ranjang, mencoba mengumpulkan kesadarannya setelah tidur yang terganggu.
KAMU SEDANG MEMBACA
NERD LOVE
Fiksi Remaja"Hyung, aku suka gadis ini" ucap Jungkook menatap para temannya kemudian beralih kearah gadis berkaca mata yang menampilkan wajah datar didepannya Berawal dari kejadian digudang itu, setelah ia seorang Jeon jungkook direndahkan oleh sosok gadis Nerd...
