Malam Minggu selalu menjadi malam yang paling dinanti oleh banyak orang, terutama para muda-mudi yang tengah dimabuk cinta. Kota seakan berubah wajah, penuh dengan riuh rendah suara tawa dan percakapan riang. Jalanan dipenuhi oleh deretan kendaraan, lampu-lampu berkelap-kelip menghiasi trotoar, dan deru mesin motor terdengar bercampur dengan musik yang keluar dari mobil-mobil yang lewat.
Semua orang, entah pasangan, teman, atau bahkan sendirian, merasakan atmosfer malam minggu yang berbeda. Ada perasaan bebas, seolah-olah setelah melewati pekan yang penuh kesibukan, kini saatnya menikmati waktu tanpa beban.
"Ohh kurasa disana memiliki menu yang bagus" ucap seorang gadis yang menunjuk kearah seberang jalan dimana sebuah restoran kecil dengan panorama menarik perhatiannya
Dengan rasa antusias, ia menarik tangan pria disampingnya untuk mengikuti langkahnya. Pintu restoran bergemerincing saat mereka masuk kedalam. Berdiri disana sembari menatap nuansa restoran yang begitu memanjakan mata
"Selamat datang, ada yang bisa saya bantu" mereka kemudian menoleh ketika menatap wanita yang berdiri dibalik meja resepsionis. Dengan senyum cerah, meraih buku menu untuk memilih makanan yang menggugah selera
"Aku ingin gimbab gulung dan sandwich, untuk minumannya jus strawberry mungkin bagus, bagaimana denganmu Jeon, kau mau apa?" Tanyanya yang kemudian menoleh kearah pria yang masih berdiri disebelahnya membuang wajah
"Kau ingin memesan apa?"
"Terserah"
Mendengar jawaban itu sontak membuatnya mengernyitkan kening bingung dengan tingkah pria ini yang begitu aneh hari ini
"Satu steak daging sapi dan susu pisang" ucapnya akhirnya mewakili, saat resepsionis mengangguk mencatat apa yang di pesan
"Dalam memeriahkan ulang tahun restoran, kami membuat salah satu bilik cafe menjadi tempat yang lebih cocok disiggahi oleh sepasang kekasih, nama tempatnya adalah Rose Place. Disana mungkin akan membuat pelanggan dapat menikmati berbagai macam hiasan dan pernak-pernik, serta panorama yang sebelumnya belum pernah di sediakan di restoran. Jika memang berkenan, saya dapat menunjukkan ruangan dimana tuan dan nona dapat duduk dengan pemandangan yang bagus" jelas resepsionis sembari tersenyum menawarkan
"Itu ide bagus"
Resepsionis tersebut mengangguk pelan mendengar persetujuan itu
"Baiklah, pesanan akan tersaji dalam lima belas menit, dengan meja atas nama Jeon Woo Ri. Mari saya antar, tempatnya ada disebelah sini"
Saat mereka akhirnya melangkah mengikuti resepsionis tersebut dengan penuh rasa antusias dan riang. Ketika masuk kedalam, memilih duduk di salah satu kursi sudut ruangan dengan penuh kemegahan
Tak henti-henti nya mata menelisik kesetiap penjuru tempat, semuanya tampak begitu hangat dan klasik. Warna merah yang dipadukan dengan kuning emas membuat seluruh ruangan begitu bercahaya
Mawar merah dan putih dengan semerbak harum memenuhi seluruh ruangan dengan alunan lagu lembut yang menambah suasana menjadi lebih romantis dan tenang
"Beruntungnya kita karna masuk ke restoran ini. Lihatlah, sepertinya ini meja terakhir dari sekian banyak meja yang sudah ditempati oleh para orang lain. Bagaimana bisa mereka mengubah tempat ini menjadi begitu sempurna seperti ini? Sial bagus sekali pemandangan dari sini. Ternyata ada untungnya aku memiliki kekasih" ucap Wuri antusias sembari sesekali menatap keluar jendela dengan langit malam yang begitu indah dan pemandangan kota dibawah yang menakjubkan dari atas
Sadar karna sejak tadi tak mendengar suara apapun membuatnya menoleh ke seberang meja ketika mendapati pria didepannya yang terus diam dengan wajah datar tak bersemangat, menatap luar jendela. Tentu saja hal itu membuat kebingungan besar
KAMU SEDANG MEMBACA
NERD LOVE
Teen Fiction"Hyung, aku suka gadis ini" ucap Jungkook menatap para temannya kemudian beralih kearah gadis berkaca mata yang menampilkan wajah datar didepannya Berawal dari kejadian digudang itu, setelah ia seorang Jeon jungkook direndahkan oleh sosok gadis Nerd...
