Berdiri didepan pintu putih dengan mata bergetar, rasanya tak sanggup untuk mepangkah msuk menemui seseorang yang berdiri di ranjang dengan berbagai alat ditubuh itu
Sakit sekali...
Rasanya masih tak menyangka bahwa gadis yang terbaring di sana adalah kekasih tersayangnya. Seluruh tubuhnya terasa lemas dan tak bertenaga karna masih mencoba menyangkal semua ini, berharap bahwa ini semu mimpi
Dengan gerakan pelan, ia kemudian mendudukkan diri disamping gadis itu. Tangannya yang gemetar, mencoba meraih dan menggenggam tangan itu untuk menyalurkan kehangatan
"Maafkan aku sayang, seharunya kau tak harus menjadi seperti ini jika semuanya bisa kuatasi. Aku tak pernah bermaksud hingga sampai seperti ini, maafkan aku. Maafkan aku yang terlalu egois dan tak pernah memikirkan perasaanmu. Kumohon bangun, aku merindukanmu" lirihnya menunduk diselingi dengan isakan kecil
"Tenanglah kook, ia akan segera bangun, ia wanita kuat. Gadis kuat tak akan pergi. Ingat perkataan Kyun Jo Hyung, kau hanya perlu tenang dan berdoa agar ia lekas sadar. Kau juga harus memikirkan dirimu dan kesehatanmu, ia tak akan senang jika melihatmu seperti ini" ujar Jimin yang berdiri dibelakang kursi sembari menepuk pundak teman didepannya untuk memberi semangat
Dan satu wanita yang sejak tadi hanya bisa diam menunduk dalam. Menatap kedepan tepat dimana anak laki-laki yang selama ini terlihat gagah perkasa dimatanya, kini tampak begitu hancur. Tak pernah ia lihat anaknya sehancur ini, dan semua ini terjadi karna keegoisannya
"Sayang maafkan aku, ku mohon bangun, aku tau kau tak ingin melihat wajahku, namun aku ingin melihat mata itu terbuka kembali. Aku merindukanmu, aku tak pernah merasa sehancur ini sebelumnya. Aku merasa begitu malu untuk menemui mu, malu setelah apa yang terjadi. Maafkan aku karna telah percaya pada seseorang yang seharusnya tak pernah ku percaya, aku mengingkari janjiku padamu setiap saat, maafkan aku. Kau...kau yang terbaik, kau tak pernah mengkhianati ku, kau selalu ada untukku, kau merubahku hingga sejauh ini, kau yang selalau--" ucapannya sontak terhenti kala sebuah benjolan besar seakan menekan tenggorokannya hingga membuatnya hampir menjerit kesakitan atas semua ini, membuatnya terisak keras disana
Terserah jika semua orang menganggapnya pria cengeng. Namun saat ini hatinya benar benar hancur tak karuan setelah menerima kenyataan bahwa gadis kesayangannya terbaring pucat diatas ranjang tanpa tau kapan akan membuka matanya
...
Suara pintu tertutup sedikit memecah keheningan, sosok Jimin yang berjalan keluar meninggalkan ruangan. Saat kepalanya terangkat kala menatap sosok wanita paruh baya yang duduk sendirian di kursi tunggu dengan mata kosong menatap lantai
"Imo, bagaimana keadaanmu? Lukamu sudah diobati? Maaf, mungkin Jungkook begitu terpukul dengan keadaan, hingga tak memperhatikanmu" ujar Jimin yang duduk sembari menepuk pundak wanita yang ia panggil Imo
Sedangkan disana, nyonya Jeon mendongak menatap Jimin dengan Ir mata yang mengalir deras. Membuat Jimin kemudian menggenggam tangan wanita yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri, agar merasa tenang
"Jimin-ah, apakah ini salahku? apakah gadis itu tertabrak karena ku? tak mungkin bukan" lirih Nyonya Jeon sembari terisak kecil
"Kurasa semua ini karena takdir. Sebetulnya aku merasa tak terima dengan ini semua, betapa ia mati-matian menahan semuanya. Imo, ia bukanlah gadis yang tertarik pada hal materi, bukan gadis yang akan memanfaatkan orang lain untuk keuntungannya, kau sangat salah jika menilainya seperti itu. Rasa trauma mu akan Yiren, membuatmu berasumsi bahwa gadis sepertinya datang hanya untuk mendapatkan benefit. Kau mungkin tak akan percaya bahwa sebenarnya aku juga menyukainya. Sejenak kupikir perasaan ini hanyalah semu dan akan menghilang seiring berjalannya waktu, namun entah mengapa aku menjadi begitu menyukainya. Begitu rendah derajatnya dibanding kita, namun murah hatinya jauh lebih tinggi diatas kita" jelas Jimin semabri menunduk menggigit bibirnya, sial lagi-lagi menghibur diri sendiri
KAMU SEDANG MEMBACA
NERD LOVE
Teen Fiction"Hyung, aku suka gadis ini" ucap Jungkook menatap para temannya kemudian beralih kearah gadis berkaca mata yang menampilkan wajah datar didepannya Berawal dari kejadian digudang itu, setelah ia seorang Jeon jungkook direndahkan oleh sosok gadis Nerd...
