Helaan nafas jengah dan kesal keluar dari mulutnya ketika ia kembali menutup pintu kamarnya. Entah mengapa setiap hari suasana hatinya selalu buruk hanya karna satu orang
Ya, pria itu memang gila. Mengganggu kenyamanan malam rumah hanya untuk mengantarkan sebuah kuncir rambut yang tertinggal di rumah pria itu
"Dasar aneh" ujarnya pelan sebelum kemudian merebahkan kembali tubuhnya diatas kasur
Trining trining trining
Kepalanya kemudian menoleh malas saat mendengar dering ponselnya yang berada tepat disamping kepalanya. Ia memutar matanya malas sembari sedikit menggeram tertahan, berusaha sekuat mungkin untuk menahan emosinya
Setelah mengetuk pintu rumahnya malam hari, lalu apa lagi sekarang? Menelpon hanya untuk mengganggu waktu istirahatnya? Dengan gerakan kasar, ia menekan tombol hijau di layar dengan sedikit kesal
"Jeon Jungkook, sialan!! berhentilah menggangguku aish!!" Teriaknya kesal
"Wuri, ini aku Jimin" mendengar suara yang berbeda itu sontak membuatnya terdiam sejenak
Dengan gerakan spontan ia mendudukkan diri dan menarik ponsel menjauh dari telinga nya untuk melihat si penelpon. Matanya seketika membola setelah melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Sial, ia kira si gigi besar menyebalkan itu yang menelponnya
"Jimin? Ahh Jimin-ssi astaga maaf, ternyata kau yang meneleponku. Aku mengangkat panggilan tanpa melihat siapa yang menelpon hahha" ujarnya dengan suara pelan sembari tertawa kecil untuk meredam rasa malu nya karna telah berteriak ke orang yang salah
"Ternyata kau sangat dekat dengan kelinci nakal itu hahaha"
"H-hahha ia biasa menerorku setiap hari, jadi terasa menyebalkan setiap kali mendengar dering telpon sekarang... ngomong-ngomong, a-ada apa menelponku malam-malam seperti ini?"
"Oh seperti itu. Emm tak ada, hanya ingin memastikan apakah kau akan terus mengabaikan teleponku lagi dan lagi"
"Maaf, aku sungguh tak bermaksud mengabaikan telpon mu. Aku terlalu sibuk hingga terkadang lupa bahwa aku memiliki ponsel"
"Betapa rajin nya dirimu, sesekali ajari aku belajar"
"hahaha tidak juga"
"emmm...Wuri-ya, besok kau memiliki waktu?"
"Waktu?"
"Ehemm...hanya ingin mengajakmu makan siang bersama, mau?"
"E-ehh?! M-makan s-siang? b-bersama?!" Ucapnya dengan nada terkejut
"Ya...Besok"
Mendengar itu sontak membuatnya terdiam seribu bahasa, berusaha mencerna kalimat yang pria itu katakan
"T-tapi, mengapa?"
"Hanya ingin saja"
Ia menelan saliva kasar sejenak sembari diam menggigiti kukunya kecil. Ada apa gerangan hingga pria ini tiba-tiba mengajaknya makan siang bersama? Sial, apa yang harus dilakukan? Ini membuatnya gugup dan terkejut setengah mati
Ayolah, ratusan gadis disekolah begitu tergila-gila dengan pria gempal satu ini. Apakah ini pilihan yang tepat?
"Emm...aku tak ingin menolak tawaranmu yang begitu baik untuk makan siang bersama. Namun, aku tak bisa berjanji tentang itu. A-aku tak menolak, sungguh! Hanya saja, besok aku harus mengantar nenek dan pamanku ke bandara dan kurasa itu akan memakan waktu lama...emm begini saja, aku tau ini sangat tidak sopan, namun aku akan mencoba membagi waktu ku, jadi jika aku bisa maka aku akan menghubungimu dan mengajakmu makan siang bersama" jelasnya dengan sedikit rasa gugup tak pasti
KAMU SEDANG MEMBACA
NERD LOVE
Teen Fiction"Hyung, aku suka gadis ini" ucap Jungkook menatap para temannya kemudian beralih kearah gadis berkaca mata yang menampilkan wajah datar didepannya Berawal dari kejadian digudang itu, setelah ia seorang Jeon jungkook direndahkan oleh sosok gadis Nerd...
