Setelah mendengar bel berbunyi, seluruh siswa berhamburan masuk kembali ke dalam kelas, tanda bahwa pelajaran sebentar lagi akan dimulai dan guru akan segera masuk. Suasana yang tadinya ramai dan bising di koridor kini berangsur tenang, digantikan dengan derap langkah kaki yang cepat menuju ke bangku masing-masing.
Guru masuk dengan membawa setumpuk buku dan segera memulai pelajaran. Selama tiga jam penuh, para siswa berusaha fokus memperhatikan penjelasan guru didepan kelas. Waktu terasa berjalan lambat di bawah langit-langit kelas yang putih dan kipas angin yang berputar pelan.
Akhirnya, bel istirahat berbunyi, tanpa menunggu lama, mereka segera berlari keluar dari kelas, seakan-akan baru saja dibebaskan dari sebuah penjara. Kantin menjadi tujuan utama, tempat di mana mereka bisa melepas penat dan mengisi perut setelah sesi belajar yang melelahkan.
"Wuri-ya kau ingin kekantin" Wuri menoleh ketika mendapati teman sebangkunya memanggil
"Maaf, Saemi-ah. Sepertinya tidak. Aku membawa bekal hari ini"
"Baiklah, aku kekantin dulu. Kau membawa minum?"
"Hehhe, itu masalahnya"
"Kau aneh, membawa makanan tapi tidak membawa minum, jadi kau akan makan tanpa minum?" ujar Saemi menggeleng melihat tingkah aneh teman sebangkunya yang hanya tertawa kecil
"Aku benar benar lupa padahal tadi sudah ku letakan di dekat tas"
"Baiklah akan ku bawakan air nanti"
"Gomawo, Saemi-ah" Saemi mengangguk kemudian berjalan menjauh (Terimakasih)
Ia terdiam sejenak menatap gadis yang sudah keluar kelas untuk ke kantin. Ya hanya wanita itulah temannya disekolah ini, hanya dia yang mau berteman dengan gadis sepertinya. Namanya adalah Oh Sae mi, trisemester ke tiga inilah mereka mulai dekat satu sama lain
Saemi mengatakan bahwa sebenarnya begitu ingin, sangat ingin menyapa Wuri sejak lama namun tidak memiliki keberanian karna ia yang selalu menampilkan sampul wajah yang cuek dibalik kaca matanya
Ia menghela nafas pelan sebelum kemudian membuka kotak bekalnya, menikmati makanan sembari menatap keluar jendela dimana ia bisa melihat para siswa yang sedang bermain bola di lapangan basket
Setelah selesai dengan makan siangnya, ia kembali meletakkan kotak bekal itu di tasnya. Alisnya sedikit berkerut bingung, saat matanya bergantian menatap kotak bekal ditangannya dan kotak bekal yang ada di tas. Mengapa ia membawa dua bekal?
Ia sejenak diam sembari memutar otaknya, apakah ia melewatkan sesuatu. Saat ia memutar matanya jengah kemudian bangkit dari kursinya dan berlari keluar dengan tergesa gesa. Sial, ia lupa bahwa satu bekal ini adalah milik pria itu, Jeon Jungkook
Sial, bagaimana bisa ia begitu pelupa. Langkahnya terus melebar ketika ia berkeliling mencari pria itu namun tak menemukannya dimanapun. Ia berhenti sejenak sembari mengatur nafasnya yang tersengal sengal, dimana sebenarnya kelas pria itu
"Ahh, gudang"
Tanpa ba-bi-bu ia kemudian berlari menuju gudang belakang sekolah. Saat ia mendorong kasar pintu gudang hingga membuat suara derit pintu menggema didalam ruangan. Ia menghela nafas kasar sebelum kemudian berjalan kearah segerombol siswa yang duduk didalam menoleh kearahnya
Ia sejenak menghentikan langkahnya kemudian kembali mundur, mengingat kejadian digudang saat itu membuatnya harus waspada pada brandal sekolah ini.
"Kau akan terus berdiri disana? Kemarilah, aku sudah kelaparan menunggu kotak bekalku" teriak Jungkook sembari mendudukkan diri
"Kau ingin aku mati kelaparan hanya karna menunggu kota bekalmu ini? Mengapa begitu lama" ia berjalan pelan kearah pria menyebalkan itu, rasanya ia ingin sekali mengumpat didepan wajah pria ini
"Maaf" jawabnya sarkas saat menyodorkan kasar kotak bekal itu kewajahnya
"Lalu dimana minumannya, apa kau ingin aku mati tersedak karna makan nasi tanpa air"
"Kau pikir aku peduli? beli sendiri" ucapnya sinis sebelum kemudian berbalik hendak pergi dari sana sebelum ia kembali emosi melihat wajah menyebalkan pria itu nantinya
Langkahnya sejenak terhenti ketika tangannya dicekal, ia berbalik menatap Jungkook yang berdiri dengan senyum aneh
"Hey, lihtlah. Sepertinya ada yang benar-benar terniat ingin memberikan bekal ini padaku. Lihatlah bahkan kau menata nasi gorengnya dan sayurnya dengan rapi, dibuat spesial untukku? Katakan saja bahwa kau menyukaiku" seketika alisnya berkerut saat ia bergidik ngeri mendengar perkataan pria didepannya saat, tingkat narsis yang benar benar tinggi
"Hahha dengar Tuan Jeon yang terhormat. Kau pikir kau begitu spesial? Jika bukan karna perjanjian menyebalkan yang kau buat sepihak, aku rasanya ingin membawakan mu bekal rumput depan rumahku. Sayangnya aku pribadi sangat tak suka dengan sesuatu yang berantakan, namun aku bisa membuat bekalmu beberapa hari kedepan terlihat seperti muntahan kucing, kau mau? Jadi berhenti menjadi narsis, itu benar benar menyebalkan" ujarnya panjang lebar dengan tawa mengejek diakhir kalimatnya, saat kemudian ia kembali berbalik pergi setelah memberikan tatapan tajam pada pria itu yang tampak tersulut sekarang
"Bukankah dia gadis yang pernah memasuki gudang ini" Seokjin mengangguk sembari menatap Namjoon
"Untuk apa kau meminta bekalnya? Seolah kau tak bisa membeli makanan lebih mahal dari ini" ucap Taehyung
"Hanya perjanjian dimana ia harus membawakanku bekal selama sebulan karna insiden kecil"
"Ku akui ia cukup berbeda, para gadis seolah seperti monyet pemalu ketika memberikan sesuatu pada kita. Berbanding balik dengannya yang menatap kearah kita seolah tanpa minat" ujar Taehyung mengangguk pelan seolah mengakui
"Kau tertarik padanya?" Tanya Jimin menatap Taehyung yang mengedikan bahu
"Jangan sentuh dia Hyung, dia milikku jika harus kuperingatkan" sela Jungkook tajam menatap teman-teman nya
"Lagipula aku bukan tertarik padanya, hanya saja memang itu daya tarik darinya. Jadi itu yang membuatku tertarik" ucap Taehyung membuat yang lain bingung
"Terserah, yang jelas jangan menyentuhnya karna dia sudah jadi mainanku...sial, ia berhasil membuatku kesal" ucap Jungkook sembari menyeringai kecil, mengakui bagaimana gadis itu yang membuatnya terdiam dengan ucapan ucapan tajam itu
Sepertinya aku punya hobi baru
KAMU SEDANG MEMBACA
NERD LOVE
Teen Fiction"Hyung, aku suka gadis ini" ucap Jungkook menatap para temannya kemudian beralih kearah gadis berkaca mata yang menampilkan wajah datar didepannya Berawal dari kejadian digudang itu, setelah ia seorang Jeon jungkook direndahkan oleh sosok gadis Nerd...
