[S2] 4. Perasaan Bersalah

2.8K 278 8
                                        

"Eh Bude kira kamu gak dateng Da?"

Seruan tersebut menyentak Randa dan Angga yang saling mengobrol.

Segera Randa tersenyum pada Budenya tersebut. Sepupu jauh dari Ibu.

"Harus datang dong! Kan Angga mau nikah," sahut Budenya yang lain. Lalu pandangannya tertuju pada Arga. "Ini anakmu?"

"Iya Bude," ujar Randa. Arga yang tadi berdiri di antara celah kakinya, diangkat untuk dipangku.

"Kamu kok nikah gak undang-undang sih?" uar Budenya tersebut.

"Ya kita gak diundang soalnya mendadak," sahut Bude yang pertama menyapanya tadi. Lalu menatap Randa. "Kan Da?"

Randa tersenyum masam, mengangguk kaku menanggapi Budenya tersebut.

"Ah mendadak..." Respon Budenya yang kedua. Menatap Arga dan Randa secara bergantian lalu kembali ke saudaranya lagi. "Ya walaupun 'mendadak' harus tetep undang kita dong. Kita kan keluarga kamu."

Bude pertama menepuk pelan lengan Bude kedua. Lalu terkikik. "Duh kamu harusnya ngerti aja deh anak jaman sekarang. Apa-apa mau cepet."

"Ya juga ya. Gak ada kabar Randa langsung nikah. Punya anak segede ini."

Perasaan Randa benar-benar tidak nyaman saat ini. Ingin segera pamit, tapi merasa sungkan. Ia melirik Angga yang juga merasa tidak nyaman.

Lalu Bude pertama kembali menatap Randa. "Em gini... yang Bude denger dari gosip-gosip, apa bener kamu rebut suami orang?"

Jantung Randa berdebar tidak karuan. Ia memeluk erat Arga yang ada di pangkuannya.

"Bude ngomong apa sih?" Kali ini Angga menyahut. Menatap dingin Budenya tersebut.

"Astaga! Itu lho Ngga. Orang-orang pada ngomongin adik kamu. Nah Bude mau perjelas nih biar gak jadi gosip. Gak bener, kan?" Kedua Budenya menatap Angga penuh tuntut. Begitupun pada Randa.

"Orang-orang atau Bude?" tanya Angga tajam. Lalu menatap Randa. "Mending kamu masuk kamar Dek. Pasti capek, kan?"

Dengan patuh Randa masuk kamar setelah pamit pada kedua Budenya. Meski ia enggan melakukan hal tersebut.

Setelah masuk kamar, Randa menaruh Arga di ranjang. Lalu duduk di tepi ranjang, membelakangi Arga dan Dera yang masih terlelap.

Mengusap kedua matanya yang berair, tapi sia-sia. Air mata itu bahkan semakin mengalir. Segera ia menyekanya. Lalu melamun.

Merebut suami orang?

Itu benar....

Ia merebut Dera dari Rere.

Tapi, sama sekali ia tidak ingin semua ini terjadi. Keadaan yang membuatnya seperti ini.

Kejadian tidak sengaja yang membuat Arga hadir di antara dirinya dan Dera. Arga yang membuat ia memutuskan menerima Dera. Meski membuat patah hati seorang wanita yang sudah menganggapnya seperti seorang kakak.

Apa kabar wanita itu?

Apakah hatinya telah sembuh?

Randa memijat pelipisnya. Kepalanya terasa pusing. Ia menunduk.

Mendengar lenguhan Dera lalu pria itu bersuara membuatnya menoleh.

Terlihat Arga yang menaiki perut Dera. Duduk di atas perut ayahnya.

Dera yang menggelitik perut Arga hingga putranya itu tertawa dan segera turun dari perut Dera. Tapi, Dera tidak berhenti tetap menggelitik Arga.

"Siapa suruh ganggu Ayah tidur?!" Dera ikut tertawa.

Love Makes Hurt [S2-S3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang