Usai Randa masuk ke kamar mandi, Dera keluar dari kamar mencari keberadaan Arga.
Melewati ruang tengah, ia berpapasan dengan Laras yang berjalan dari arah ruang tamu.
Ibu hamil tersebut berhenti berjalan berhadapan dengannya. "Randa masih tidur?"
"Udah bangun. Dia lagi mandi."
Senyuman ganjil terbit di bibir Laras yang membuatnya mengernyit heran. "Napa lo senyum gaje?"
"Harusnya abis gitu lo juga ikut mandi, Der. Mandi wajib!"
Setelah mengatakan itu Laras melengos menuju dapur meninggalkan Dera yang melongo.
Pria itu pun melangkah keluar rumah. Di teras rumah tersebut ada Andra yang mengawasi Arga bermain.
"Arga!" seru Dera ceria membuat anaknya tersebut menoleh lalu merentangkan tangan minta untuk digendong.
"Ayah!"
"Eits! Kamu belum bobok kan, Nak? Ayo kita masuk bobok." Mengerti maksud Ayahnya, Arga menghindar untuk digendong. Menggeleng keras dan berseru tidak. Menolak untuk diajak masuk.
Dera tertawa, membiarkan Arga bermain sementara ia duduk di kursi kosong sebelah Andra.
"Gimana keadaan nyokap lo?"
"Udah mendingan Bang." Andra manggut-manggut seraya meneguk jus alpukat buatan istrinya.
"Respon orang tua lo waktu ketemu Randa gimana?"
Menyunggingkan senyuman, Dera menjawab. "Ya mau gak mau mereka nerima Randa dan Arga. Malah Mama minta Arga dibawa ke rumah sakit besok. Pengen banget ketemu cucunya."
Pagar rumah di geser satpam yang bekerja di rumah tersebut membuat dua pria itu mengalihkan tatapan ke arah sana.
Maserati grancabiro berwarna rosso trionfale masuk dengan perlahan dan bertengger manis di halaman rumah tersebut.
Hanya melihat nomor plat mobil tersebut membuat Dera tau siapa orang yang ada di dalam sana yang membuatnya berdebar tidak karuan.
Perasaan cemas tiba-tiba menghantamnya.
Namun, ketika melihat siapa yang turun dari balik kemudi, ia pun bernafas lega saat melihat wanita tinggi semampai yang berjalan memutar. Membuka pintu sebelah lalu menurunkan seorang anak perempuan berusia dua tahun lebih.
"Uncle An!" seru anak perempuan itu dengan suaranya yang imut. Berlari, melepaskan jari mungilnya dari genggaman tangan Aminya.
"Megumi jangan lari! Nanti kamu jatuh!" tegur Via pada Megumi yang sangat antusias menghampiri Andra.
Matanya memicing melihat kehadiran sosok yang dalam setahun ini menghilang bagai ditelan bumi.
Ketika mendekat, ia bisa melihat senyuman kaku sosok itu.
"Ey! Untung aja Mamas gak ikut ke sini." Itulah respon pertama yang dikeluarkan Via pada Dera. Lalu ia menatap Andra yang kini merespon setiap celotehan Megumi yang ada di pangkuannya. "Kak An kenapa gak ngasih tau aku kalau si bajingan ini ada di sini?"
Dera hanya mampu menghela nafas kasar mendengar ucapan sinis Via. Walau bagaimanapun Via adalah mantan saudara iparnya. Meski Via terlihat tidak terlalu menyukai Rere, tapi Dera tau jika saat ini Via membencinya setelah apa yang ia lakukan pada Rere.
Sementara itu Andra hanya menggeleng pelan melihat adiknya yang menghunuskan tatapan sinis pada Dera.
Lalu wanita itu mengalihkan tatapannya pada anak kecil yang sibuk dengan dunianya sendiri. Lalu menatap kembali Dera. "Anak lo cakep juga."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Makes Hurt [S2-S3]
Romance》Sequel Love Makes Hurt《 • • • Pernikahan yang Randa jalani bersama Dera rasanya sangat semu. Mereka memang menjadi orang tua yang baik untuk putra mereka. Arga. Namun, untuk menjadi sepasang suami istri, mereka belum melakukan yang terbaik. Hing...
![Love Makes Hurt [S2-S3]](https://img.wattpad.com/cover/263665682-64-k297871.jpg)