[S2] 40. Tidak Direstui

2.1K 176 31
                                        

"Kamu serius Re?"

Rere mengangguk mantap, ia menatap Dera penuh keyakinan.

Terlihat pria itu ragu. Tidak setuju dengan apa yang ia inginkan. "Tapi..."

"Bukannya lebih bagus kita nikah aja dulu baru ngasih tau keluarga!" sela Rere kembali mengulang keinginannya.

Memilih untuk menikah lebih dulu, baru memberitahu keluarga mereka. Karena jika mereka memberitahu keluarga mereka lebih dulu, terutama dari pihak Rere, sudah pasti mereka tidak akan mendapatkan restu.

Di mata keluarga Rere, nama Dera telah buruk. Tentu tidak akan membiarkan mereka kembali bersama setelah apa yang dilakukan Dera.

"Nanti malah rumit Re..."

"Lebih rumit lagi kalau kita ngasih tau mereka. Emang Mas mau dipisahin dari aku?"

Segera Dera menggeleng.

Rere menggenggam tangan Dera, menatap pria itu penuh keyakinan. "Kita sama-sama hadapi keluarga aku. Apapun yang terjadi nanti ke depannya, kita harus tetap bersama-sama."

Apa yang mereka rencanakan, itulah yang mereka lakukan. Menikah lebih dulu tanpa memberitahu keluarga mereka.

Hingga sebulan kemudian, mereka ke Jakarta.

"Serius lo rujuk ama Rere?" tanya Noah tidak percaya. Sekarang pria itu bertemu dengan Dera setelah Dera memberitahu jika sedang berada di Jakarta.

Hal yang mengejutkannya karena Dera datang tidak seorang diri, bersama Rere dan juga Arga.

"Ya. Gue mau nebus semua kesalahan gue ke dia. Ganti air matanya yang jatuh karena gue dengan senyum bahagia." Dera tersenyum tipis seraya menatap ke arah Rere mengawasi Arga di area bermain restoran cepat saji tersebut.

"Sabi ama Randa juga udah nikah." Perkataan Noah membuat Dera menatap temannya itu.

"Oh." Respon Dera cuek lalu meneguk milo-nya yang hampir habis.

"Lo ngelarang Randa ketemu Arga?" tanya Noah. Ia mengingat perkataan Randa yang curhat padanya, tentang Dera yang melarang wanita itu bertemu Arga.

"Dia yang lebih dulu berulah. Ninggalin Arga gitu aja. Mana ada ibu yang tega ninggalin anaknya? Dia gak pantas jadi ibunya Arga!" ujar Dera penuh penekanan.

Noah menghela nafas pelan. "Ada asap, berarti ada api." Menatap lamat-lamat Dera yang membuang pandangannya. "Randa gak bakal pergi gitu aja kalau gak ada sebabnya, Der."

"Lo gak usah ikut campur No. Bukan urusan lo!"

Terdiam sejenak, Noah kembali menghela nafas pelan. "Ya emang bukan urusan gue. Tapi, mau gimana pun Arga tetep anaknya Randa. Randa sendirian waktu ngandung Arga terus lahirin Arga juga sendirian. Dan sekarang lo..."

Noah membuang pandangannya sejenak lalu kembali menatap Dera. "Lo larang Randa ketemu Arga. Lo gak punya hati."

"Pasti Randa udah bahagia ama Sabi. Bentar lagi juga punya anak. Dia pasti gak inget Arga lagi.  Dera membela diri enggan disalahkan sepenuhnya.

"Gak ada seorang ibu yang lupain anaknya," sahut Noah. "Lo jangan jadi orang jahat."

Mereka diinterupsi oleh kedatangan Rere. "Mas, jagain Arga ya? Aku mau ke supermarket bentar."

"Aku temenin." Dera segera berdiri.

"Gak usah Mas. Arganya masih mau main."

Rere pun pamit ke supermarket yang berada di mall tersebut.

Dera mengawasi Arga yang begitu asyik bermain. Lalu ia meminta tolong pada Noah untuk menjaga Arga sebentar. Sementara ia menghampiri Rere. Menelepon wanita itu, bertanya dimana posisinya.

Love Makes Hurt [S2-S3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang