Genap dua minggu Randa pergi, Dera memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Ke rumah orang tuanya. Karena ia tidak bisa mengurus Arga seorang diri.
Harapannya menunggu Randa kembali, kian detik makin pupus. Dera tidak akan menunggu Randa lagi.
Tapi, ia akan mencari wanita itu.
Tiba di rumah orang tuanya, ia di sambut Mama yang telah keluar dari rumah sakit beberapa minggu lalu. Tersenyum penuh haru, agak terkejut karena memang ia tidak memberitahu sebelumnya akan pulang.
"Arga cucu Eyang. Cium Eyang dulu, Nak." Arga mencium pipi Eyangnya lalu bergabung bermain dengan si kembar yang kebetulan berada di rumah tersebut.
Kening Mama mengerut tidak mendapati sosok menantunya.
"Randa mana?"
Dera terdiam sejenak lalu menggeleng pelan. "Dia ninggalin kami, Ma."
Mama menutup mulutnya tidak percaya. Lalu putra bungsunya itu memeluknya erat. Suara isakan tangis tertahan mulai terdengar.
"Gara-gara aku ninggalin Rere... makanya Tuhan hukum aku. Sekarang giliran aku ditinggalin istriku."
Mama hanya mampu menenangkan Dera lewat usapan punggung. Tidak mampu berkata-kata lagi.
Mama pikir keluarga kecil putra bungsunya itu baik-baik saja. Karena Mama melihat keduanya yang saling menyayangi saat mereka bertemu dulu. Terlihat begitu bahagia.
Apa semua itu hanya kebohongan belaka?
*****
Dera mengendarai mobil menuju sebuah rumah dengan perasaan berkecamuk. Bersiap untuk menghantam kepala seseorang yang akan ia temui.
Tiba di depan rumah bercat krem, ia turun dari mobil. Menekan bel rumah tersebut.
Pintu terbuka dan menampakkan seorang gadis.
Dera mengamati yang ia kira gadis di hadapannya, ternyata bukan. Tidak ada seorang gadis yang hamil, bukan?
"Em cari siapa Mas?" tanya wanita muda yang hamil tersebut.
"Saya cari Sabian."
Wanita itu terdiam sejenak lalu menggeleng. "Bang Sabi udah lama gak pulang ke rumah. Mungkin terakhir kali satu bulan yang lalu."
Dera menghela nafas kasar.
Apa jangan-jangan dugaannya benar jika Sabian dan Randa kabur bersama? Pria itu bohong padanya tentang tidak tau keberadaan Randa.
"Siapa Sal?" Rasya keluar dari dalam lalu tatapannya tertuju pada Dera. "Oh Dera? Kenapa?"
"Gue nyari Sabi, Mas," ujar Dera.
"Sabi gak pernah pulang. Udah sebulan ini. Kayaknya dia beli apart baru deh."
"Gue minta alamatnya Mas."
"Gue gak tau alamatnya."
Dera mendesah pelan mendengar jawaban Rasya.
"Em ya udah. Gue pulang dulu Mas. Maaf menganggu." Dera pamit. Mengangguk pelan pada wanita yang ia duga istrinya Rasya.
Masuk ke dalam mobil ia berpikir keras bagaimana cara agar bisa menemukan Sabian.
Lalu ia teringat Noah.
Kenapa Dera tidak memikirkan dari kemarin?
Segera ia menghubungi Noah bertanya dimana alamat apartemen Sabian yang baru. Dan seperti dugaannya Noah memberitahunya.
Karena persahabatan mereka tidak lagi terjalin, membuatnya lupa jika masih ada Noah yang berada di kubu netral. Berteman dengan yang lainnya, tanpa memusuhi satu sama lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Makes Hurt [S2-S3]
Romance》Sequel Love Makes Hurt《 • • • Pernikahan yang Randa jalani bersama Dera rasanya sangat semu. Mereka memang menjadi orang tua yang baik untuk putra mereka. Arga. Namun, untuk menjadi sepasang suami istri, mereka belum melakukan yang terbaik. Hing...
![Love Makes Hurt [S2-S3]](https://img.wattpad.com/cover/263665682-64-k297871.jpg)