[S3] 3. Bertemu

1.9K 187 35
                                        

Nafas Sabian memburu, membantu sosok di atasnya bergerak agar mereka sama-sama mencapai puncak. Lebih cepat. Lalu menghentakkan dengan kuat diiringi dengan geraman.

Mengatur nafasnya yang tersengal, ia memejamkan matanya.

Lalu membuka matanya saat bibirnya dikecup. Mendorong pelan wanita itu dari atas tubuhnya. "Lo berat!"

Audi merengut, tapi kemudian tersenyum lebar. Sekian lama, semenjak Sabian menikah, pria itu tidak pernah menghubunginya lagi. Bahkan memblokir nomornya membuatnya merasa sedih karena ia kehilangan satu klien.

Tapi, tiba-tiba kemarin Sabian menghubunginya.

Tentu Audi langsung menyanggupi. Bahkan membatalkan pertemuannya dengan sugar daddy-nya.

Hendak memeluk Sabian, tapi pria itu beringsut duduk. Turun dari ranjang. "Bang Sabi mau kemana?"

"Mau mandi."

"Ikut!" Tidak peduli dengan tubuh telanjangnya, ia mengikuti Sabian. Hendak masuk ke kamar mandi, tapi Sabian telah menutup pintu bahkan menguncinya.

Berdecak kesal, ia kembali tidur. Tapi kembali tersenyum saat mengingat momen panas mereka semalam lalu beberapa menit yang lalu mereka melakukan sex morning.

Ya meski Sabian menganggapnya Randa. Tapi, ia tetap bahagia. Akhirnya rasa rindunya terbayarkan.

Pria itu langsung pulang. Tentu tidak lupa mengirim uang ke rekeningnya.

Kembali ke apartemennya yang terlihat sunyi padahal waktu sudah menunjukkan pagi menjelang siang.

Pertengkarannya dengan Randa tiga hari yang lalu membuatnya suntuk. Hingga ia merasa stres. Butuh hiburan sehingga akhirnya menghubungi Audi.

Masuk ke kamar, ia langsung tertuju ke arah tas pakaian yang telah siap. Matanya meliar mencari keberadaan Randa.

Istrinya itu keluar dari kamar mandi. Keduanya saling bertatapan.

Tapi, dengan cepat Randa memutus pandangan darinya lalu beranjak ke arah lemari. "Aku kira kamu gak mau pulang?". sahut Randa datar tanpa menatap Sabian.

"Aku gak pulang semalam karena cuma disambut dingin," balas Sabian dingin seraya melepas pakaianya. Menyisakan celana. Duduk di tepi ranjang. Mengamati Randa yang memakai baju.

Kalau saja mereka tidak bertengkar, sudah pasti ia akan menerkam Randa.

"Nginap dimana? Dirumah selingkuhanmu?" tanya Randa tajam. Kini menatapnya.

"Kenapa kamu nuduh aku selingkuh?" Sabian menghela nafas kasar. Lalu tatapannya tertuju pada tas tadi, kemudian pada Randa. "Kamu mau kemana?"

"Mau ke Jakarta," jawab Randa cuek seraya ke meja rias. Hendak duduk tapi tangannya dicekal lalu tubuhnya diputar menghadap ke arah Sabian.

"Ngapain?"

"Aku mau ketemu Arga!" Randa melepas tangan Sabian. Menyentak pria itu.

"Kan aku..."

"Aku gak butuh pendapat kamu!" desis Randa tajam. Lalu duduk. Tidak mengacuhkan Sabian. Tetap melakukan rangkaian skincare pada wajahnya.

"Aku ikut!" Sabian mendengus pelan.
Segera mengganti pakaiannya.

Randa hanya diam, memakai riasan pada wajahnya. Tapi sesekali matanya mengamati Sabian yang menaruh sendiri pakaian ke dalam tas yang sudah ia siapkan tadi.

*****

"Kamu gak mau kerumah Mama mu?" Sikap Randa kembali seperti semula. Tidak lagi dingin semenjak mereka tiba di Jakarta.

Love Makes Hurt [S2-S3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang