[S2] 20. Wanita Jahat

2.6K 267 10
                                        

"Hi boy! Lagi main apa?" sapa Sabian pada Arga yang sudah menghabiskan susunya, kini Arga sedang bermain dengan mainannya.

Arga mengacungkan sebuah lego yang sudah dibentuk menjadi mobil sembari tersenyum lebar.

Sabian mengusap kepala Arga balas tersenyum lalu duduk bersila di hadapan Arga. "Mau Om buatin kapal, gak?"

"Kapal?" ulang Arga dengan nada penasaran.

Segera Sabian mengangguk dan tangan-tangannya dengan lincah membuat kapal dari lego-lego yang berserakan di hadapan mereka.

Keduanya terlihat akrab.

Arga memberi lego pada Sabian jika pria itu menyuruhnya. Menatap dengan penasaran dengan apa yang pria dewasa itu lakukan.

Memang, tadi Sabian menemani Arga bermain saat berada di taman. Menaikkan Arga ke atas ayunan khusus anak-anak di bawah lima tahun yang memilki sabuk pengaman. Mendorong ayunan tersebut sehingga membuatnya berkeringat. Apalagi saat mengejar Arga yang berlari di taman tadi.

Kegiatan dua pria beda umur tersebut tidak luput dari pengamatan Randa. Melihat Sabian akrab dengan Arga entah kenapa membuat perasaannya tergelitik.

Segera, ia memalingkan pandangan. Mulai meraih gelas tinggi. Kemudian membuka kulkas untuk mengambil jus jeruk kemasan. Lalu menuang jus tersebut ke gelas.

Tersentak, saat merasakan seseorang berdiri di belakangnya. Membuatnya bisa mencium aroma parfum yang menguar dari tubuh sosok itu.

"Lagi apa?" Suara Sabian terdengar pelan. Kedua tangannya memerangkap tubuh Randa dari belakang.

Badan Sabian segera didorong hingga ia berjarak dari Randa.

Wanita itu menatapnya tajam. "Lo jangan kurang ajar!"

"Sorry," ujar Sabian, tapi tidak menunjukkan ekspresi bersalah sama sekali membuat Randa menyesal membiarkan Sabian masuk.

Membuang pandangannya, ia enggan menatap Sabian. "Kenapa sih lo gangguin hidup gue? Kenapa lo gak mau lihat gue bahagia?"

"Lo bahagia?"

Tatapan Randa kini membalas Sabian. Lalu mengangguk mantap. "Gue bahagia sama suami dan anak gue!"

Sabian menarik sudut bibirnya sebelah, melangkah mendekati Randa membuat wanita itu terpojok. Segera memalingkan wajah saat wajahnya mendekat sehingga bibirnya mendekat ke telinga Randa. "Lo bahagia diatas penderitaan Rere, Mir."

Lalu melangkah mundur seiring dengan Randa yang berpaling padanya dengan wajah pucat.

"Jangan jadi perempuan jahat, Mir. Miranda yang gue kenal gak sejahat itu."

Setelah mengatakan itu, Sabian berlalu. Keluar dari apartemen tersebut. Meninggalkan Randa yang meluruh. Memeluk kedua lututnya dengan pandangan kosong.

*****

Di ruang tengah apartemen, keluarga kecil tersebut berkumpul.

Dera dan Arga sedang duduk di karpet. Keduanya sedang menyusun stacking toys.

Sesekali Dera mengoreksi Arga yang memasukkan benda terkecil terlebih dahulu, yang seharusnya dari benda terbesar. "Yang besar dulu Nak, terus yang kecil."

"Aaa! No!" Arga protes enggan dibantu Dera. Memilih menyusun benda tersebut dengan keinginannya sendiri.

Dera pun pasrah, lalu melirik Randa yang sedang menonton. Tatapan wanita itu tertuju pada televisi dengan pandangan kosong membuatnya mengernyit heran.

Love Makes Hurt [S2-S3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang