[S2] 39. Move On

2K 169 9
                                        

Keluar dari ruangannya, Richel langsung disambut Gibran yang tersenyum lebar.

Segera ia melengos, melewati Gibran, tapi lengannya dicekal.

"Lepasin!" desisnya pelan seraya menarik tangannya, tapi Gibran enggan melepasnya.

"Mau ku cium di sini?" Richel berhenti meronta, ia pun membiarkan Gibran menggandeng tangannya.

Dadanya berdebar tidak karuan, padahal ini bukan pertama kalinya mereka melakukan skinship.

Keduanya berpapasan dengan Arkana yang sepertinya ingin menjemput Bunga.

"Hei!"

Segera Richel menarik tangannya, tapi Gibran kembali mengenggamnya bahkan menautkan jari-jari mereka. Richel mendongak menatap Gibran yang kini menatap Arkana.

Sedangkan Arkana menatap tautan tangan mereka lalu menatap keduanya secara bergantian.

"Aku ketinggalan apa nih?"

Gibran menarik salah sudut bibir atasnya. "Maksud?"

"Tuh!" Arkana menunjuk tautan tangan keduanya.

"Emang kenapa sih kalau aku gandengan ama Richel? Biar aku gak keliatan ngenes aja sih."

"Ah..." Arkana mengangguk pelan lalu pamit. Beranjak meninggalkan mereka.

"Kamu mau Bang Kana cemburu?" Richel menatap tidak mengerti Gibran. Belum sempat ia bertanya, ia terkejut karena tindakan Gibran yang tiba-tiba mengecup pipinya.

Lalu ia segera ditarik pergi dari sana. Tanpa ia sadari jika Arkana melihat hal tersebut dengan pandangan datar.

*****

Sambil menekuk wajahnya, Richel membuat pasta seperti yang diinginkan Gibran. Membuatnya dengan tidak ikhlas karena Gibran memaksanya.

Bahkan tidak menuruti keinginannya yang hendak menjemput Kiity, kucing kesayangannya yang ia titipkan di klinik hewan Arkana.

"Muka cantiknya nanti luntur lho kalau cemberut?" Richel mendengus pelan mendengar godaan Gibran. Mengabaikan pria itu, ia segera menghidangkan sepiring pasta.

Lalu beranjak. Meninggalkan Gibran. Memilih masuk ke kamar untuk membersihkan dirinya.

Beberapa saat, setelah ia selesai mandi, ia keluar dari kamar. Mencari keberadaan Gibran yang ternyata berada di gazebo.

Pria itu sedang menghisap rokok membuatnya menggeleng pelan. Segera ia mendekat lalu merampas rokok Gibran, membuangnya ke tempat sampah.

Gibran menatapnya protes.

"Kenapa sih?" tanya Gibran agak kesal karena Richel menganggu dirinya menikmati sebatang rokok.

"Gak baik buat kesehatan kamu!"

"Tapi aku kepedesan Chel. Siapa suruh kamu bikinin saos pasta itu pedes?" Gibran menggerutu menatap Richel dengan pandangan memicing. "Kamu sengaja ya?"

Richel membuang pandangannya. Enggan menatap Gibran. "Alasan apa itu? Kalau kepedesan malah ngerokok. Harusnya kamu minum susu." Memilih mengabaikan Gibran yang menuduhnya dengan sengaja membuat saos pasta begitu pedas.

"Gak ada susu."

Richel mencibir tanpa suara mendengar alasan Gibran.

"Tapi kalau kamu mau ngasih aku susu mu, aku mau-mau aja kok."

Sontak Richel menatap Gibran dengan pandangan melotot. "Kamu jangan mesum ya?!"

Segera Richel melenggang masuk ke dalam sembari memeluk dirinya sendiri. Berjalan tergesa-gesa karena Gibran mengikutinya.

Love Makes Hurt [S2-S3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang