[S2] 18. Tak Jujur

2.3K 240 14
                                        

Nafas Randa terengah-engah, kedua matanya terpejam erat. Menempelkan kedua telapak tangan di dinding kamar sebagai penopang tubuhnya.

Dengan kepala menunduk, ia meresapi ciuman Dera yang berada di tengkuk serta lehernya. Kedua buah dadanya pun tidak luput dari jamahan pria itu.

Telapak tangan Dera bersentuhan langsung dengan kedua buah dadanya membuat tubuhnya semakin meremang.

Pria itu berhenti memainkan buah dadanya, memeluknya erat dari belakang membuat tubuh mereka menempel bahkan Randa kini menempel di dinding karena Dera mendorongnya.

Nafas keduanya terengah-engah seiring gairah yang melesat naik.

Dahi Randa menempel di dinding, mulai mengatur nafasnya. Dera masih sibuk mengeksplorasi bagian leher serta pundaknya.

Punggungnya yang telanjang bersentuhan langsung dengan bagian depan tubuh Dera yang juga telanjang.

Posisi mereka berada di pojok kamar yang gelap setelah lampu padam. Jauh dari posisi Arga yang telah terlelap.

Setelah mereka berciuman di atas karpet tadi, Dera menariknya berdiri lalu memojokkannya di dinding tersebut. Melepas baju serta branya, begitupun Dera yang melepas baju.

Lagi, kedua tangan Dera meraup kedua buah dadanya. Tapi, kini tidak meremasnya. Hanya bertengger, memeluknya.

Pun, Dera telah berhenti mencium lehernya. Dagu Dera berada di pundaknya. Pria itu pun mengatur nafasnya yang terengah-engah.

"Kenapa berhenti?" bisik Randa lirih, memutar sedikit kepalanya agar bisa menatap wajah Dera dalam keremangan kamar tersebut.

"Atur nafas dulu," jawab pria itu tanpa membuka kedua matanya.

Randa tersenyum mendengar jawaban Dera.

Wajahnya maju lalu mengecup bibir Dera yang membuat pria itu membuka matanya.

Mereka saling memandang sejenak, kemudian pria itu memulai ciuman dengan tempo pelan menghasilkan alunan decapan yang terdengar erotis.

Randa mengerang pelan saat tangan Dera meremas pelan buah dadanya. Tangannya pun ikut memegang kedua tangan Dera. Sedikit mencengkeram.

Tubuhnya diputar, lalu bibirnya kembali dicium. Kali ini dengan beringas.

Kedua lengannya dikalungkan pada leher Dera agar ia tidak melorot jatuh karena kedua kakinya gemetar pelan.

Kedua tangan Dera memeluk punggungnya, mendorongnya hingga dadanya menempel pada dada pria itu membuat ia semakin meremang.

Melepaskan ciuman untuk mengambil nafas sebanyak mungkin lalu kembali menyatukan bibir mereka.

Hanya sebentar, karena Dera beralih ke pipi, lalu rahang, kemudian turun ke dagu. Semakin turun ke leher yang membuatnya mendongak. Menekan kepala Dera saat ciuman pria itu turun ke dadanya.

Rasanya Randa ingin merebah saja, karena kedua kakinya benar-benar lemas saat Dera menyesap salah satu buah dadanya.

Pria itu mengerti dengan keadaannya sehingga kaki kanannya, diangkat lalu dililitkan ke pinggang pria itu sehingga ia bisa merasakan tonjolan pria itu.

Randa tidak sanggup lagi untuk berdiri, meski Dera menahan tubuhnya. Ia pun meminta Dera untuk berhenti memainkan buah dadanya.

"Der, berhenti dulu," ujarnya dengan nafas terengah disertai desahan.

Pria itu berhenti, menegakkan kepala untuk menatapnya. Mensejajarkan wajah mereka.

Tangan Dera terulur untuk menyelipkan helaian rambut ke belakang telinga Randa, tatapannya begitu intens pada wanita itu.

Love Makes Hurt [S2-S3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang