[S2] 19. Kembali Pulang

2.3K 219 10
                                        

Sabian memarkir mobilnya di halaman rumah berwarna krem tersebut. Turun dari mobil, ia mengetuk pintu rumah yang terkunci tersebut.

Mengetuk dan menekan bel.

Hingga tidak berapa lama pintu di hadapannya terbuka menampakkan seorang gadis.

Ah bukan gadis lagi, lebih tepatnya wanita muda yang telah menjadi kakak iparnya. Istri dari Rasya, kakaknya.

"Bang Sabi," sapa Salena dengan senyum kikuk karena memang mereka tidak akrab.

Sabian hanya mengangguk dan mulai masuk ke dalam. Melihat rumah tersebut sepi, ia pun bertanya. "Semua orang kemana?"

"Mama nemenin Tasha belanja di luar. Terus kalau Mas Rasya ke minimarket beliin Shalita susu."

"Pap-pa!" Seruan tersebut mengalihkan tatapan Sabian pada gadis kecil yang berjalan dengan langkah gontai karena baru saja pandai berjalan walau usianya sudah hampir dua tahun.

Sabian hanya menatap datar putrinya itu, lalu berjalan melewatinya. Mengabaikan Shalita yang menangis ingin digendong.

Segera tubuh mungil gadis kecil itu diraih Salena. Wanita muda itu menenangkan Shalita.

"Shali kenapa nangis?" tegur Rasya yang baru tiba. Melihat istrinya menenangkan Shalita.

"Em..." Salena hanya menggumam pelan tidak tau harus menjelaskan bagaimana.

"Ada Sabi?" tanya Rasya karena melihat mobil Sabian di halaman rumah.

"Iya Mas."

"Sini, biar saya yang gendong Shali," ujar Rasya seraya mengambil alih Shalita dari Salena.

Salena pun mengambil tote bag berisi tiga kaleng susu Shalita. Ia pun berlalu untuk membuatkan susu Shalita.

Shalita telah tenang setelah Rasya memberinya cokelat.

Tatapan pria itu beralih pada adiknya yang membawa sebuah ransel.

"Mau kemana lo?" tanya Rasya tajam menghentikan langkah Sabian. "Sal!" Panggilnya pada sang istri lalu memberikan Shalita yang mulai merengek karena melihat Papanya.

"Jagain Shali bentar." Salena mengangguk patuh. Mengambil alih Shalita dari suaminya lalu menjauh dari kedua pria itu.

"Lo baru dateng terus mau pergi lagi? Harusnya lo gak perlu pulang!" cerca Rasya pada Sabian yang dibalas dengan decihan.

"Oke. Gue gak bakal pulang." Sabian hendak berlalu, tapi Rasya mencegahnya.

"Bisa gak sih lo gak bajingan, Sab?!"

Sabian balas menatap Rasya dengan pandangan remeh. "Gak usah sebut gue bajingan, Mas. Lo sendiri bajingan, perkosa cewek sampai hamil!" desis Sabian lalu mendorong pundak Rasya.

Kedua tangan Rasya terkepal kuat. Menahan diri agar tidak menghajar Sabian. "Walau bagaimana pun Shali anak lo. Cukup dia kehilangan kasih sayang dari Mamanya, tapi jangan dari lo juga!"

"Gue kan tetep biayain dia. Ngasih duit buat beli susu, popok sama keperluan dia!"

"Tapi bukan itu maksud gue!"

"Lo gak usah ngurusin gue, Mas! Lo urus aja urusan lo sendiri!" Sabian mulai melangkah meninggalkan Rasya, tapi ia berhenti sejenak, menoleh menatap Rasya yang menghunuskan tatapan tajam padanya. "Kalau lo mau rumah tangga lo awet, Mas. Mending gak serumah bareng Mama. Bini lo keliatan tersiksa tinggal di sini."

Usai mengatakan itu Sabian pergi, mulai mengendarai mobilnya.

*****

Sebelum kembali ke Perth, keluarga kecil Dera mampir ke rumah sakit terlebih dahulu untuk pamit pada kedua orang tuanya. Setelah itu ke bandara.

Love Makes Hurt [S2-S3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang