[S2] 37. Cemburu?

2.2K 179 8
                                        

"Ayah mau pigi?"

Dera menoleh, tersenyum menatap Arga yang menatapnya cemberut. Segera ia menghampiri putranya. Menekuk salah satu kakinya untuk menyamakan tingginya dengan Arga.

"Ayah perginya bentar doang kok."

"Ikut!" Arga mulai merengek.

"Eh masa Arga mau ninggalin Nenek dan Kakak twins?"

"Merreka juga ikut!"

Dera tertawa, ia mencium pipi Arga lalu menggeleng. "Besok aja ya Arga ikut."

Bukannya menurut, Arga malah semakin merengek. Beginilah anaknya jika ia ingin pergi, mulai menangis ingin ikut.

"Arga kenapa?" Mama masuk ke kamar menginterupsi mereka.

"Dia mau ikut Ma." Dera berdiri, mulai melanjutkan mengancing baju kemeja berlengan pendek yang ia kenakan saat ini.

"Arga sama Eyang ya? Ayah Arga mau pergi kerja lho. Cari uang biar Arga bisa beli mainan yang banyak." Mama mulai membujuk cucunya tersebut.

Dera sama sekali tidak memberitahu Mama jika akan pergi bersama Rere. Belum waktunya Mama tau jika ia dan Rere saat ini kembali dekat. Bahkan yang Mama tau yang menjaga Arga setiap Dera bekerja adalah seorang pengasuh yang disewa dari day care.

Mama memanggil si kembar untuk mengajak Arga bermain. Akhirnya Arga ikut dengan dua kakak sepupunya tersebut.

"Ma doain aku ya?" Dera mencium punggung tangan Mama lalu tersenyum.

"Doain apa?"

"Biar lancar," ajak Rere rujuk, lanjutnya dalam hati.

Mama mengangguk pelan.

Ia pun segera melesat untuk menjemput Rere di rumah wanita itu.

"Kok bisa samaan ya?" sahut Dera melihat baju Rere yang berwarna biru navy, seperti warna kemeja yang ia kenakan.

Wanita itu menunduk sejenak, memperhatikan pakaiannya lalu menatap Dera. Kemudian tersenyum tipis.

Mobil pun mulai melaju. Suasana di dalam mobil diiringi suara musik.

"Em... Mama apa kabar, Mas?"

Dera melirik sejenak Rere lalu kembali fokus menyetir. "Dia baik. Masih suka ngomel."

"Jangan gitu Mas. Nanti kamu kualat."

Dera tertawa mendengarnya.

"Arga nangis lihat Mas pergi?"

"Iya. Seperti biasa."

"Kenapa sih gak dibawa aja?"

Lagi-lagi Dera melirik Rere. Lalu ia menggeleng. "Aku cuma mau berduaan sama kamu."

Dan terjadi keheningan sepanjang jalan menuju restoran tersebut.

Bahkan saat telah berada di restoran. Duduk saling berhadapan, mereka tak kunjung bicara.

Rere memilih mengamati interior restoran tersebut.

"Kenapa diem aja? Gak suka ya aku ajak ke sini?"

Rere sontak menatap Dera lalu menggeleng pelan. "Mas Dera gak ngajakin aku bicara."

Keduanya tertawa dan mereka diintrupsi oleh pramusaji yang membawa pesanan mereka.

Mereka pun menikmati makanan sambil mengobrol dengan topik tentang Arga yang begitu menggemaskan dengan segala tingkahnya.

"Apalagi kalau udah ketemu air, Arga gak mau berhenti. Maunya mandi terus sampai kulitnya mengkerut."

Love Makes Hurt [S2-S3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang