[S2] 35. Mulai Dekat

2K 177 3
                                        

Rere meletakkan kembali ponsel Dera di atas meja dekat televisi, lalu beralih menatap Arga yang sedang menghabiskan nasi goreng buatannya. Mulutnya belepotan bahkan kini menggunakan kedua tangannya.

Segera ia menghampiri Arga, mengelap kedua tangan bocah itu menggunakan tisu basah, serta mulutnya juga.

"Tante suapin ya?"

Arga menggeleng keras, lalu kembali menggunakan tangan.

"Pake tangan kanan aja, Sayang." Rere menahan tangan kiri Arga  agar tidak menyentuh nasi goreng tersebut. Mengajari Arga untuk makan pakai tangan kanan saja.

"Ante mau?" Arga menawari ingin menyuap Rere.

Rere mendengus geli, ia pun menganga. Tidak merasa jijik, walaupun nasi goreng tersebut sudah diacak-acak oleh kedua tangan Arga.

Tapi, Arga malah menyuapi dirinya sendiri lalu tertawa. Menertawai Rere yang melongo.

Rere pun ikut tertawa sembari menggelitik perut Arga yang semakin tertawa. "Awas ya kamu?" Pura-pura mengancam. Bukannya anak itu takut, malah semakin menertawainya.

Sekali lagi Arga menyodorkan suapan pada Rere.

Meski, Rere tau Arga akan menjahilinya, ia tetap meladeni. Dan lagi-lagi bocah itu tertawa karena merasa puas menjahili Rere.

Tersenyum lembut, Rere menyuruh Arga cepat menghabiskan sarapannya. Karena ia akan membawa Arga ke tempat kerjanya.

Seperti yang telah ia setujui. Akan menjaga Arga selagi Dera bekerja. Meski, ia bekerja di toko bunga, tapi ia tetap bisa menjaga Arga. Apalagi, di sana ruangannya begitu nyaman, Arga bisa di sana seharian.

Menjaga Arga sudah berjalan selama empat hari dan baru kali ini ia menjemput Arga karena Dera harus berangkat cepat ke tempat kerjanya. Biasanya Dera yang mengantar Arga ke tempat kerjanya.

Dan baru kali ini ia ke rumah sederhana ini. Rumah yang menjadi tempat tinggal Dera dan Arga. Ukurannya kecil. Hanya terdapat dua kamar. Ruang tengah dan ruang tamu tidak memiliki sekat. Dapurnya pun tidak terlalu luas. Sangat pas menjadi tempat tinggal seorang duda satu anak.

Melihat keranjang cucian penuh membuat tangan Rere gatal ingin mencuci pakaian tersebut.

Akhirnya, setelah Arga makan. Ia menyuruh Arga bermain dulu di depan televisi. Menyalakan televisi yang menyiarkan film kartun. Pun mengeluarkan beberapa mainan Arga agar anak itu tidak beranjak kemana-mana.

Rere memisahkan pakaian berwarna dengan putih. Lalu memasukkannya ke dalam mesin cuci. Seraya menunggu cucian selesai. Ia mengambil sapu. Mulai menyapu lantai yang ia duga tidak disapu selama tiga hari ini.

Karena Dera menggunakan jasa tukang bersih untuk membersihkan rumah yang hanya datang di akhir pekan.

Saat hendak menjemur pakaian tersebut, Rere mendengar Arga mencarinya.

Segera ia keluar dari ruangan cuci tersebut.

"Kenapa Sayang?"

"Aga pup."

Rere pun mengajak Arga ke kamar mandi. Membersihkan bokong Arga.

Setelah selesai memakaikan popok Arga, Rere berhenti. Ia mengamati Arga yang langsung merebah di pahanya sambil menyedot susu dari dotnya.

Tangan Rere terulur untuk mengusap kepala Arga.

Kalau saja...

Kalau saja ia tidak keguguran, mungkin anaknya sudah sebesar Arga.

Tanpa sadar air mata Rere menetes hingga mengenai pipi Arga yang membuat kedua mata Arga bergulir ke atas untuk menatapnya yang segera menyeka air matanya.

Love Makes Hurt [S2-S3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang