[S2] 2. Bersikap Manis

3.7K 293 13
                                        

Randa menghembuskan nafas kasar setelah menutup pintu. Merasa emosi masih mengusainya setelah bertemu Sabian.

Seharusnya Randa tidak bertemu dengan pria itu.

Seharusnya Randa tidak perlu meladeni pria itu.

Seharusnya...

"Da..."

Panggilan tersebut menyentak Randa, ia menatap Dera yang menghampirinya.

"Kamu kenapa jongkok di depan pintu?" Raut wajah pria itu khawatir membuat Randa meringis.

Tersenyum tipis ia menggeleng. "Perutku sakit," ujarnya seraya berdiri yang dibantu Dera.

"Gak jadi belanja?"

Sekali lagi Randa meringis. Lalu menggeleng pelan. "Tiba-tiba... perutku sakit. Jadi, aku naik lagi."

"Ya udah biar aku yang beli," ujar Dera seraya mengusap puncak kepala Randa yang membuat Randa termangu atas perlakuan Dera.

Tidak ada Arga di antara mereka.

Kenapa Dera bersikap seperti ini?

Memang, walau Arga masih kecil dan tidak mengerti apapun. Tapi, keduanya akan bersikap layaknya orang tua yang saling menyayangi satu sama lain. Beda jika tidak ada Arga. Mereka bersikap layaknya teman. Terkesan biasa saja.

"Mau dibeliin obat nyeri haid juga?"

Lagi-lagi Randa terhenyak.

Memang, setelah menikah Dera perhatian padanya. Namun, kali ini entah kenapa sikap Dera beda dari hari-hari sebelumnya.

Seakan Dera benar-benar ingin  berperan menjadi suami sesungguhnya, bukan hanya sebuah status.

"Gak usah..."

Dera pun pamit pergi. Meninggalkan Randa yang termenung di tempatnya.

*****

Suara pertemuan pisau dan talenan berbahan kayu mengisi ruang dapur unit apartemen tersebut. Tangan yang memegang pisau bergerak lincah memotong wortel, kentang serta bahan-bahan untuk sup kaldu ayam.

Merasa ada yang memperhatikan dirinya, membuatnya bertanya. "Kenapa?" Tanpa menghentikan kegiatannya dan beralih.

"Em... gak pa-pa kok."

Mendengar jawaban tersebut membuat Randa kini mengalihkan pandangannya pada Dera. Menghentikan sejenak kegiatannya.

"Terus kenapa liatin dari tadi? Mau ganti menu makan malam?"

"Gak kok."

Randa pun melanjutkan kegiatannya. Seraya berujar, "Daripada kamu liatin aku. Mending bantuin deh."

Mendengar Randa menggerutu membuat Dera tertawa pelan.

Segera pria itu bangkit dari duduknya, menghampiri Randa.

"Mau dibantuin apa?"

Kedua lengan mereka bersentuhan, Randa menghentikan kembali kegiatannya. Menoleh menatap Dera yang terlihat antusias.

"Pasti kamu ada maunya?" Tuding Randa membuat Dera mendengus geli, lalu beralih mengambil pisau dari tangan Randa.

"Gak ada Bunda. Biar Ayah aja yang motong kentang. Bunda kerjain yang lain."

Untuk kesekian kalinya Randa dibuat termangu akan sikap Dera.

Mengabaikan perasaannya, ia pun mulai menyiapkan beras. Mencuci beras lalu memasukkan ke dalam rice cooker. Memasaknya.

Love Makes Hurt [S2-S3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang