[S2] 7. Sama-Sama Pengkhianat

3.3K 291 11
                                        

"Ah gak nyangka bisa liat lo lagi."

Randa tersentak, refleks memutar tubuhnya. Terkejut melihat Gibran yang telah berdiri di dekatnya. Dekat dengan mobil yang dikendarai dirinya dan Dera di parkir.

Tidak menyangka jika pria berkacamata itu menghampirinya.

Randa pikir, Gibran tidak ingin lagi menghampirinya. Setelah tadi, pria itu hanya lewat saja saat mereka berpapasan.

Namun, Randa salah. Pria itu sekarang berdiri menjulang di hadapannya. Memasang ekspresi yang begitu dingin.

"Hai Ran," sapa Randa kikuk.

Entahlah kenapa Randa malah menyapa Gibran. Seakan-akan hubungan mereka di masa lalu yang berakhir buruk tidak pernah terjadi.

Berada dalam hubungan perselingkuhan.

Mereka berkhianat dari pasangan masing-masing. Menjalin hubungan gelap hingga berakhir dengan perpisahan yang ikut menghancurkan hubungan persahabatan Gibran dengan para sahabatnya.

Di masa lalu, meski Gibran tetap memaksa ingin kembali padanya, tapi ia menolak pria itu.

Lalu sekarang, ia malah menyapa pria itu yang hanya diam.

"Nunggu siapa?"

Randa tidak menyangka Gibran akan mengajaknya bicara karena sedari tadi pria itu hanya diam mengamati membuatnya tidak nyaman.

Hendak menjawab, tapi Gibran kembali berujar.

"Suami lo? Yang gue denger, nyokapnya dirawat di sini, kan?" Lalu senyum sinis terbit di wajah tampan pria itu. Maju selangkah mendekati Randa yang membuat wanita itu mundur hingga punggungnya menabrak badan mobil.

Menunduk untuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah Randa. Menatap datar wanita itu. "Atau lebih tepatnya suami orang yang jadi suami lo. Gue gak nyangka ternyata lo lebih rendah dari yang gue kira, Da."

Kedua tangan Randa terkepal kuat. Kini tatapannya berubah tajam. Ingin protes, tapi ia tidak bisa membantah. Apa yang dikatakan Gibran ada benarnya.

Ia seorang perebut.

Merebut suami Rere.

Lidah Randa benar-benar keluh, tidak bisa digerakkan sama sekali. Matanya yang menghunus tajam menatap Gibran, berkaca-kaca. Air mata siap tumpah dari sana.

Pria yang dulunya selalu mengucapkan kata-kata cinta, kini mengucapkan kata-kata yang begitu menyakiti dirinya.

Tatapan pria itu yang dulunya mendamba, kini begitu meremehkan dirinya seakan ia adalah kotoran.

Senyum manis yang selalu disuguhkan untuknya, kini tergantikan dengan senyum sinis.

"Selain Dera. Lo tidur sama siapa aja. Noah? Apa Steven juga?" Lalu pria itu tertawa. Tawa sinis sembari menegakkan tubuhnya. Mendengus kasar, membuang sejenak pandangannya. Lalu kembali menatap Randa yang semakin menciut.

"Semua temen ah... maksud gue mantan temen gue lo deketin terus lo ajak tidur..."

"Cukup Ran!" Randa menjerit tertahan. Tidak sanggup lagi mendengar hinaan dari Gibran. "Lo gak tau apa-apa," lrihnya dengan suara gemetar.

Menunduk, agar Gibran tidak melihat air matanya.

Randa tersentak saat kedua pundaknya dicengkeram. Mendongak menatap Gibran yang menatapnya tajam. "Apa yang gak gue tau? Apa Da?!"

Bahkan pria itu menekannya hingga punggungnya terhantam di badan mobil. "Yang gue gak tau soal lo yang pernah tidur dengan Noah dan Steven juga? Dari yang gue tau lo pernah tinggal seatap dengan Noah, kan? Pasti..."

Love Makes Hurt [S2-S3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang