[S2] 12. Memulai Dengan Mencintai

2.6K 246 22
                                        

Sesampainya di rumah Andra, Dera langsung masuk ke kamar tamu tempat Randa dan Arga berada di dalam sana. Pencahayaan kamar tersebut remang, tapi ia bisa melihat jika Randa dan Arga sedang terlelap.

Masuk ke kamar mandi terlebih dahulu, mandi karena merasa gerah.

Ternyata menahan emosi mampu membuatnya keringat.

Sungguh, Dera benar-benar emosi tadi. Sekarang ia sadar jika persahabatan yang ia inginkan utuh kembali, tidak bisa lagi diperbaiki.

Semua temannya busuk, kecuali Noah.

Dera bisa merasakan ketulusan Noah. Meski Noah pernah mengaku menyukai Randa, tapi pria itu sama sekali tidak menunjukkan kebencian padanya karena ia yang mendapatkan Randa.

Sementara Steven. Dera tidak akan berteman lagi dengan pria yang menghina Randa. Pria itu memang tidak membencinya, tapi membenci Randa. Dan ia tau alasannya kenapa Steven sangat membenci Randa.

Sabian dan Gibran tidak bisa diharapkan lagi untuk kembali berteman. Keduanya benar-benar tidak menyukai dirinya.

Meski Sabian tetap bersikap santai padanya, tidak menunjukkan kebencian seperti pada Gibran, tapi Dera merasa Sabian pura-pura bersikap baik padanya.

Dera tau seberapa cintanya Sabian pada Randa. Tidak mungkin pria itu ikhlas begitu saja melepaskan Randa, apalagi bersamanya.

Sabian telah bercerai dari istrinya....

Menyugar rambutnya yang setengah basah, Dera menatap pantulan dirinya di cermin. Merasa was-was pada Sabian.

Apa Sabian berniat merebut Randa darinya?

Dera menggeleng pelan. Itu tidak boleh terjadi.

Jika Randa meninggalkannya, tentu Arga juga akan meninggalkannya. Dera tidak akan pernah melepaskan keduanya. Tidak akan pernah!

Menghela nafas kasar, ia menunduk. Sembari meletakkan kedua telapak tangannya di tepi westafel. Punggung yang agak membungkuk. Mengatur pikirannya yang agak kacau.

Kembali menegakkan kepala, menatap pantulan dirinya lagi.

Ia harus memperbaiki segalanya...

Memperbaiki hubungannya dengan Randa. Bukan hanya status hubungan suami-istri di antara mereka. Tapi tingkah mereka harus deperti suami istri pada umumnya.

Dera akan menjadi suami yang baik, menyayangi Randa. Kalau bisa...

Dera akan belajar mencintai Randa.

Melupakan Rere...

*****

Dera beringsut pelan naik ke atas ranjang agar Randa dan Arga tidak terbangun.

Mencium pipi Arga yang berada di tengah antara dirinya dan Randa. Tentunya tidak membuat Arga terbangun. Lalu ia menatap Randa yang tidur menyamping menghadap ke arahnya.

Perlahan kedua kelopak mata itu terbuka, balas menatapnya.

"Baru sampai?"

Dera mengangguk pelan menjawab pertanyaan Randa.

"Da, Arga pindahin ya? Kamu di tengah."

Kening Randa mengkerut samar mendengar keinginan Dera. Pria itu mulai menggendong Arga.

Tanpa bertanya, ia pun bangun. Membiarkan Arga tidur di tempatnya tadi, dekat dengan tembok. Sehingga ia berada di tengah.

Memunggungi Dera, ia menghadap ke arah Arga.

Tidak lama kemudian Dera memeluknya dari belakang.

Mengingat tadi, saat ia menelepon Dera, pria itu memanggilnya 'Sayang'. Tingkah Dera makin hari makin aneh menurutnya. Dalam setahun pernikahan mereka, baru akhir-akhir ini sikap Dera berubah padanya.

Love Makes Hurt [S2-S3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang