Mahesa sempat bergeming beberapa saat, namun secepat mungkin ia kembali fokus pada Monic dan arsen . "Dengan berat hati, Britney tetap harus mencari pendonor terbaik tante." Jawab Mahesa dengan hati-hati.
Monic terlihat begitu kaget mendengar pernyataan dari Mahesa saat ini, ternyata ia masih belum di kasih kebebasan untuk tidak memikirkan keadaan putri sulungnya . "Yaampun pa.." ujar Monic pada arsen dengan raut wajah sedihnya.
"Gak apa-apa ma, Kita tetap cari pendonor yang cocok untuk anak kita. Setidaknya Mahesa sudah membantu dengan jantung maya, kalo tidak ada jantung itu kita gak tau apa Britney masih ada saat ini atau tidak . Udah mama jangan sedih, inget baru tadi siang kita mengantar anak kita tunangan .. masa sekarang kembali sedih." Ucap arsen dengan lembut pada istrinya .
"Tante, tante jangan khawatir saya janji semuanya akan baik-baik aja, tante percaya sama saya ya." Ujar Mahesa sepenuh hati meyakini Monic.
"Iya Mahesa, terimakasih.."
******
Hari telah berganti, pagi ini Britney kembali ke kampus dengan perasaan yang lebih bahagia dari biasanya. Tak jarang ia memperhatikan cincin berlian yang kini menghiasi jari manisnya . Tidak menyangka ia sudah menjadi tunangan dari laki-laki yang begitu ia cintai .
"Kak Britney.." panggil seorang perempuan yang berhasil menghentikan langkah kaki Britney.
"Arabell ?" Ucap Britney.
"Iya kak.." ucapnya .
"Ada apa ?" Tanya Britney dengan nada suara ramahnya .
"Hm, gak apa-apa cuma mau ngucapin selamat ya kak buat acara pertunangan nya kemarin." Ujar Arabell dengan seulas senyum.
"Hehe, iya makasih ya. Btw Gema mana ? Kamu bareng dia ?" Tanya Britney sembari menoleh Ka kanan dan kiri mencari keberadaan gema .
"Enggak kak , aku berangkat Sendiri. Katanya kak gema ada keperluan dulu tadi." Jawab Arabell.
"Oh gitu , Yaudah ngobrol nya di kantin aja yuk, gak enak ngobrol disini." Ajak Britney .
"Oh Yaudah boleh kak."ucap Arabell. Dan kemudian mereka bergegas menuju kantin.
Ini kali pertamanya Arabell dan Britney terlihat ngobrol berdua, sebelumnya hanya sebatas bertegur sapa.
Britney duduk di kantin setelah ia memesan satu mangkuk bubur ayam dan air mineral . Begitu juga dengan Arabell yang kini duduk di hadapan Britney .
"Gimana kuliah kamu ? Gak ada kendala kan selama ini ?" Tanya Britney pada Arabell.
"Alhamdullilah gak ada. Kak Britney sebentar lagi wisuda ya"
"Iya gak terasa waktu cepet banget kayaknya baru kemarin gue masuk, udah mau wisuda aja.."
"Terus kira-kira kapan Kakak nikah ?"
"Nanti selesai wisuda, kelarin sarjana dulu baru nikah haha.."
"Haha iya sih bener. Beruntung loh kak dapet calon suami ganteng gitu.." ujar Arabell.
"Bisa aja kamu, gema juga ganteng tuh . Iya kan ? Haha.."
"Hm, ganteng sih tapi gak jelas .." ujar Arabell sembari cemberut.
"Gak jelas gimana ?" Tanya Britney .
"Ya gitu deh kak, kadang capek sih di gantung gini mulu kayak jemuran. Jemuran aja gak di angkat-angkat bisa jamuran, apa lagi perasaan gue."
"Gak apa-apa di gantung, kan lo tau selama ini gema gak deket sama cewek lain selain lo. Dan gue tau gema itu kalo udah deket sama satu cewe dia pasti stay . Walaupun dulu dia di kenal genit, tapi dia punya pendirian yang lumayan bagus." Ucap Britney
KAMU SEDANG MEMBACA
MALAIKAT TANPA SAYAP
RomansaMalaikat tidak selamanya memiliki sayap . Contoh nya kamu.. mungkin bagi ku hanya kamu satu-satu nya malaikat berbalut jas dokter . Terimakasih telah merawat ku dengan penuh kasih sayang, sampai akhir tarikan nafas terakhir ku berhembus di dalam d...
