28 - ARABELL NATHALIA

45 5 0
                                        


Hari itu Mahesa terlihat suntuk , entah seperti ada beban berat yang menggelayut di kepalanya saat ini . Sedari tadi ia hanya memainkan pulpen nya yang sejak tadi ia pegang di tangan kanannya .
Berulang kali suster Bella menghampiri ruang kerja nya hanya untuk mengajak Morning brefing bersama dokter lain nya namun Mahesa selalu menolak nya dan meminta Bella yang menggantikannya hanya untuk hari ini saja, akhirnya Bella mengalah dan menuju ruang kepala dokter untuk menjalankan rutinitas setiap hari pada dokter yaitu morning briefing .

"Kenapa sih lo bego banget Mahesa!" Ucap nya memaki diri sendiri , ia menjambak rambutnya seperti orang Frustasi . Ia benci pada dirinya sendiri karna bayangan tentang kejadian semalam bersama maya terus terputar di kepalanya . Kenapa ia bisa sebodoh itu ? Kenapa ia bisa-bisanya menerima ciuman maya dengan sempurna di bibirnya ? Bagaimana jika Britney tahu ? Bagaimana jika Britney kecewa dengan dirinya ? Beribu pertanyaan terus mengiang di kepalanya sehingga membuat wajah nya terlihat sangat kusut . Ia telah melakukan kebodohan besar yang selama ini ia hindari .

Ponsel nya berdering ada satu panggilan masuk di telpon genggam nya itu , dengan malas ia mengambil ponsel nya , secepat kilat ia melihat nama Britney yang terpajang di layar ponsel nya . Entah ia harus bersikap seperti apa , padahal ia tahu Britney tidak tahu apa-apa tentang kejadian semalam dirinya bersama maya . Namun rasa bersalah sudah terlanjur menyelimuti Fikiran dan hatinya.
Setelah beberapa detik me-rileks kan diri sekaligus Fikiran nya akhirnya Mahesa menggeser lambang slide answer di ponsel nya dan menempelkan ponsel itu di telinga kanannya .

Mahesa Raditya putra : Pagi sayang.

Britney Carolina : pagi , kok gak ada kabar dari Semalem ? Pasti sampe rumah langsung tidur ya ?

Mahesa Raditya putra : kamu sok tahu kaya dukun ya

Britney Carolina : ih aku serius Mahesa , gak biasanya kan kamu Ilang tanpa kabar gitu .

Mahesa Raditya putra : yaampun sayang kamu kok jadi lebay sih , kenapa kamu kangen sama aku ? Haha.. iya semalam aku sampai rumah langsung tidur , dan pagi ini iya aku teledor memang lupa ngasih kabar kamu. Maaf ya aku memang belum sempat aja , kamu jangan berfikir yang jelek ya. Nanti pulang kuliah aku jemput di kampus.

Britney Carolina : iya Yaudah maaf ya aku jadi posesif gini , padahal kaya gini tuh kayak anak kecil ..

Mahesa Raditya putra : Haha , aku ngerti kok . Yasudah kamu lanjut belajar ya , aku juga mau kerja dulu. Dadah sayang.

Britney Carolina : Dadah .

Setelah memutuskan telfon nya dengan Mahesa , Britney langsung masuk ke dalam kelas . Ia mulai mengikuti materi-materi yang pagi ini di sampaikan oleh dosennya. Baginya hari ini tidak seasik biasanya karna tidak ada alana di dalam kelas, iya karna alana sudah sepaket dengan dirinya jadi rasanya aneh jika tidak ada salah satu di antara mereka berdua .

————————————

Akhirnya setelah melewati beberapa materi dan menghabiskan waktu beberapa jam di kampus, Britney kembali memasukan alat tulis dan buku kedalam tas nya kembali . Setelah ia yakin tidak ada yang tertinggal di atas mejanya ia segera bergegas keluar kelas menuju gerbang kampus karna Mahesa sudah mengabarinya jika ia sudah tiba di sana sejak 10 menit yang lalu .
"Mau langsung balik lo ?" Tanya gema kini menyeimbangkan langkah kaki nya dengan Britney .
Mendengar suara gema yang kini Persis ada di sisi kirinya Britney menoleh . "Iya sudah di jemput . Lo gimana ?" Tanya Britney .

"Hmm , mau nunggu Arabell dulu kayanya. Yasudah lo hati-hati ya" ucap gema kini langkah kakinya berhenti tepat di perbatasan antara koridor semester 1-3 dan pintu keluar kampus . Spontan Britney juga ikut berhenti dan memperhatikan gema dengan tatapan mata menerawang , siapa Arabell ? Apa mungkin itu perempuan yang di maksud oleh gema dan alana ? Tapi kenapa Britney tidak pernah lihat seperti apa junior nya itu . Bahkan nama itu terbilang cukup asing di telinga Britney .

MALAIKAT TANPA SAYAPCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang