49 - PENASARAN

45 4 0
                                        

Monic terdiam sejenak, ia baru ingat sampai detik ini Mahesa juga belum menceritakan tentang siapa pendonor jantung Britney. Monic dan arsen sempat bertanya tentang hal ini pada Mahesa sebelum proses operasi itu di lakukan tapi Mahesa tidak menjawab, justru malah mengalihkan pembicaraan.

"Mama juga gak tau sayang, Mahesa gak cerita sama mama tentang si pendonor itu." Ucap Monic .

"Serius ma Mahesa gak cerita apa-apa ?" Tanya Britney sembari mengerutkan kening nya .

"Iya sayang. Mungkin si pendonor itu gak mau identitas nya di buka. Yaudahlah sayang kita bantu do'a aja buat dia, senggak nya dengan cara kita do'ain dia itu cukup untuk membayar pengorbanan nya." Ucap Monic .

"Gimana kita mau do'ain ma kalo nama nya aja kita gak tau." Ucap Britney.

Monic terdiam sesaat . Apa yang di ucapkan Britney barusan memang ada benar nya. "Yaudah sayang nanti kita tanya sama Mahesa tentang riwayat si pendonor itu ya. Yang terpenting sekarang kamu sehat dulu" ucap Monic sembari tersenyum .

"Iya ma, Britney udah sehat kok." Jawab Britney juga tersenyum .

                                 **********

Gema berjalan menyusuri koridor kampus untuk menuju kelas Arabell. Sesuai ucapan nya pagi tadi ia ingin mengajak Arabell untuk pulang bersama nya, dan sekaligus ingin menanyakan perubahan sikap Arabell hari ini yang jauh berbeda dari biasanya. Apa gema masih tidak peka tentang rasa kecewa Arabell selama ini ?

Setelah sampai di depan kelas Arabell, Gema sedikit mengerutkan keningnya ketika pandangannya tidak mendapati keberadaan Gadis yang ia cari. Pandangan mata nya terus menyapu seluruh sisi kelas namun tetap Arabell tidak ada di dalam .

"Permisi." Ucap gema menghampiri kedua perempuan yang tengah asik mengobrol di sudut kelas nya.

"Kak gema ?" Ucap salah satu gadis itu yang ternyata Cindy dan Juga Maura, Sahabat dari Arabell.

"Kalian temen nya Arabell kan ?" Tanya gema

"Iya kak, ada apa ya ?" Kini giliran Maura yang bertanya.

"Abel dimana ya ? Dia belum pulang kan ?" Tanya gema lagi.

"Abel ? Dia udah pulang duluan kak. Katanya ada urusan keluarga, jadi dia kayak buru-buru gitu deh." Ucap Cindy

"Udah pulang ?"

"Iya kak."

"Ada apa sebenarnya sama Abel ? Kenapa dia jadi berubah kayak gini ke gue" ucap gema dalam batinnya.

"Yaudah, gue duluan ya." Ucap gema

"Kak tunggu.." ucap Maura berhasil membuat gema mengurungkan niat nya untuk meninggalkan kelas tersebut.

"Ada apa lagi ?" Tanya nya.

"Kak sorry kalo gue lancang. Kak gema anggep Abel itu apa sih ?" Ucap Maura to the point berhasil membuat Cindy membulatkan matanya. Apa-apaan Maura bertanya hal seperti itu kepada gema ?

"Hah ? Maksud nya gimana ?" Ucap gema tidak mengerti.

"Kak gema itu nganggep Arabell itu apa ? Kak gema gak tau kan kalo selama kenal kak gema , eh ralat maksud nya selama Abel deket sama kak gema sikap dia tuh berubah. Udah gak seceria Arabell yang dulu. Kak gema ngerti gak sih kalo dia sering sakit hati karna—

"Sstt! Sorry kak temen gue emang gini orang nya. Gak usah di ambil pusing." Ucap Cindy sembari membekap mulut Maura dengan telapak tangannya.

"Gak apa-apa. Tapi apa bener yang di bilang sama temen lo itu ? Kalo Arabell.. Sorry gue masih gak ngerti, ada apa sebenarnya sama Arabell ?" Ucap gema kini dengan raut wajah serius nya .

MALAIKAT TANPA SAYAPCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang