Chapter sixty eight || About Time

628 73 3
                                        

Flashback last part ...

Kevin menepuk pundak Leon perlahan, mengingatkan sesama sahabat seperjuangan, "Jika dia punya waktu selama itu untuk melaksanakan plan B, makan akhir dari plan B itu adalah kematian -you know right Leon. "

Kevin menghela napas panjang, menatap sahabatnya itu tidak tega, "Kami akan siap membantu dan berdiri tegap dibelakangmu. Tapi Leon ... Kau akan tetap menjumpai pertumpahan darah ... Dengan keluargamu sendiri. "

Leon tetap mempertahankan ekspresi datarnya. Well ... Leon tidak tau apa itu keluarga. Leon merasa tidak pernah besar bersamanya. Karena definisi keluarga berarti mendukung, menjaga, dan memperlancar. Tapi apa ada keluarga yang berniat membunuh? Membunuh wanita yang Leon cintai? Apa menolak restu harus disertai pembunuhan? Kenapa segala urusan harus melibatkan balas dendam? Dia tidak mati, tapi bekasnya masih ada. Ada di benak dan pikiran Leon.

Yah, memang sudah lama.

Tapi yang namanya taktik, tidak ada akhirnya.

Ini bukan tentang pedang lawan pedang, tapi otak lawan otak.

Siapa yang paling cerdas, dia pemenangnya.

"Apa Alexandrov juga diundang besok? "

Kevin mengangguk, "Dia mempersiapkan helikopter terbaiknya. . "

"Nice. "

****

Jam berapa sekarang di sana?
Jangan lupa bintangnya!!

HAPPYREADING!!

****

"Time to breakfast! "

Suara khas wanita manis sana mendekat seraya membawa sepiring pizza panas sederhana. Karena Gray masih saja sibuk beres-beres perlengkapan sebelum pulang, serta bekas-bekas alkohol dan makanan ringan kemarin malam, Valeryn berinisiatif membuat sarapan untuknya. Apalagi tadi malam Gray tidak tidur di kamar, melainkan di sandaran kursi kolam renang.

Entah apa yang lelaki itu pikirkan.

"Kamu bisa membuat ini juga? "

Valeryn tersenyum manis seraya mengangguk semangat, "Tiga masakan yang seorang Valeryn Williams bisa : satu, telor dadar, dua, nasi goreng, dan tiga, pizza. "

Gray terkekeh, menyicipi pizza tersebut, "Emm ... Enak. "

"Of course sir!! " Valeryn mengusap rambutnya sambil berbangga diri, "Saya bisa anda rekrut sebagai manajer dapur. "

"Sudah menjadi hal pasti ... " Valeryn tersenyum senang, namun Gray melanjutkan kalimatnya, " ... Setelah kamu tau meracik wine. "

Valeryn tertawa garing. Menyuapi potongan pizza ke mulut kecilnya. Pagi ini waktu beres-beres dan bersiap pulang. Valeryn harus kembali ke Los Angles untuk menghadiri pesta pernikahan Kakaknya. Waktu resepsi Dennyal-Cassandra malam ini sekitar pukul sebelas malam di mansion Williams.

Valeryn sudah selesai beres-beres barang pribadi sejak tadi malam, tak terlalu banyak karena memang tidak lama di sini. Jadi pagi ini tinggal pergi saja. Lagi pula ada Gray yang senantiasa mengantarnya sampai titik bertemu mommy dan berkata 'Anak anda aman'. Karena Gray bukan sekedar pengantar sampai pagar dan berucap 'selamat tinggal '.

PROTECT 2 √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang