Untuk sampai pada titik yang sebenarnya, Tuhan bilang bertemulah lagi, buat kisahlah lagi, tapi untuk akhir, jangan tanya padanya. Ini waktu untuk memperbaiki kesalahan dan kesengajaan masa lalu.
Tidak ada teori bahwa 'Mencintai harus memiliki', ta...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Leon mendongkak, seketika tertegun. Ini benar Valeryn? Wanita bar-bar berpikiran sempit? It's okay, kekaguman sesaat Leon ini mungkin karena baru pertama kali melihat Valeryn memakai wedding dress.
"Tidak, itu bagus, " jawab Leon datar. Tidak memberikan ekspresi apapun.
"Tapi aku ingin yang itu, " Valeryn menunjuk salah satu gaun simple tidak terlalu terbuka. Kata kasarnya 'tidak memperlihatkan belahan dada'. Dan tentu saja berwarna pink ditambah aksen bunga-bunga.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selera kekanak-kanakan seorang Valeryn Williams.
"Itu cantik Leon!! Aku mau yang itu. "
Leon mengibas tangannya, "Baiklah itu aku beli juga. Tapi tidak kau pakai untuk besok. "
Valeryn membelalak, sepertinya wanita itu tidak suka semua barang yang Leon pilih sedari tadi. Mulai dari aksesoris, bunga pernikahan, sampai gaun untuk dirinya sendiri.
Tidak--Leon tidak berlebihan. Melihat merk dan harga suatu barang adalah hal penting. Karena sekarang nama Zevaro bertempat di nama belakangnya, jadi Leon tidak ingin memilih hal sembarang.
"Besok itu resepsi pernikahan dua keluarga besar. Orang-orang penting di negeri ini akan datang semua. Tidak masuk akal jika aku menggandeng wanita yang memakai gaun murah, " jelasnya panjang.
"Empat ratus duapuluh juta kau bilang murah?! " Valeryn melebarkan mata. Ingin sekali mencekik leher Leon.
"Of course. " sahut Leon pede. Melipat kakinya sambil menyandar pada bahu sofa.
Valeryn memejamkan matanya kesal. Memberanikan diri melangkah mendekat. Walau susah juga berjalan dengan gaun besar ini.
"Hidup itu tidak lama, lelaki menyebalkan!! Jangan terlalu loyal dan ingatlah mati, " ujarnya sarkastik.
"Jadi sekarang kau coba menceramahiku? "
"Ini bukan ceramah! Tapi peringatan. Memangnya saat kau mati nanti tuhan menanyakan hartamu? "