Chapter five || A Message

4.9K 218 5
                                        

Malam hari ini entah mengapa tiba-tiba hujan. Padahal masih dalam status musim panas. Kota besar dan berkerlap-kerlip seperti Los Angels berubah basah. Genangan air tawar dari langit menerpa setiap titik bumi yang terlihat.

Leon tidak bisa tidur. Ia terjaga. Memilih melangkah ke dapur dan meneguk segelas air putih. Dilihatnya pemandangan jalanan dari dinding transparan apartemennya.

Maka, sedetik kemudian pikirannya melayang ke sebuah kejadian sial yang membuatnya mengalami keterpurukan dalam waktu cukup lama.

Ia mencoba mengingat kembali wajah itu, wajah kesialan, wajah penghianatan, wajah devil yang telah membuat perasaannya mati.

Namun,

Ia tidak bisa.

Kenangan itu memang ada.

Tapi tidak dengan sosoknya.

Leon lupa. Itu sudah sangat lama. Sebelum enam tahun berlalu, sebelum masanya menjadi seseorang yang berbeda berlalu.

Cowok itu mengetuk telunjuknya pada kaca tersebut. Memandang pantulan wajahnya untuk beberapa menit. Lalu berbalik kembali ke kamarnya.

Ia meraih ponselnya dan mengetik pesan pada kontak paling atas dan paling keseringan yaitu 'Sasha'.

Nathaleon : sudah tidur?

Leon menunggu balasan. Tidak terlalu lama, hanya dua jam hingga ia merasa kantuk. Ketika membaca itu matanya kunang-kunang, tidak terlalu jelas.

Cewek bego : kau menjengkelkan

****

Paginya Leon sudah bersiap ke kampus. Pada pukul enam--terlalu awal. Padahal kelasnya dimulai pukul delapan. Kini ia dan kakaknya Mey Fransiska makan bersama hasil masakan Mey.

So bad.

Tapi mau diapa, dari pada mie lagi?

Tapi mau diapa, dari pada mie lagi?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
PROTECT 2 √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang