Chapter eighteen || Jealous

3.8K 220 33
                                        

"Oh shit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Oh shit. Kenapa aku secantik ini? "

Biarkan wanita ini memuji dirinya sendiri. Sejak satu jam yang lalu, ia capek menahan rasa bodoh karena melihat jarum jam dinding berkali-kali. Naik turun tangga hanya demi memeriksa apa sesto elemento hitam itu sudah terparkir di garasi atau belum. Bahkan duduk lama di depan kolam renang menatap sunyinya malam.

22.54

Dia gila.

Begini .... Untuk apa Valeryn bersusah payah? Bukankah sudah seharusnya ia tidur? Enam menit lagi memasuki jam tidurnya. Ah, ini tidak baik.

Valeryn melangkah ke alat monitor tempat memanggil pelayan dari kamarnya.

"Janeta? Buatkan aku telur dadar dan siapkan dua cup eskrim. Sepuluh menit lagi aku turun. "

Setelah terdengar sahutan, Valeryn menghela napas pelan. Kemudian duduk menyantai di pinggiran kasur seraya menatap kembali cincin yang terpasang indah di jari manisnya.

Cincin ini ... Mahal sekali.

Apa Valeryn jual saja untuk keperluan kaburnya dari mansion ini?

Bukan---bukan miskin. Semua kartu ATM-nya diblock Dennyal. Bahkan ponsel saja Valeryn tidak pegang. Oh lord, rasanya ingin berlari keluar dan menghirup udara segar.

Para pelayan juga sudah pulang semua. Tersisa Janeta itupun Karena Valeryn yang bermohon-mohon dengan ancaman tidak akan makan selama setahun. Lelaki bernama Nathaleon Zevaro itu .... Ingin membunuhnya?

Damn.

Itulah mengapa Valeryn ingin sekali kabur.

Well ... Sebenarnya bisa. Tapi jika diresapi kembali Valeryn tidak punya apa-apa saat ini. Uang, ponsel, bahkan ingatan.

Huft.

Tidak ingin berlama-lama menghayal, Valeryn keluar dan bersiap turun. Namun langkah kakinya terhenti. Begitu saja tanpa aba-aba.

"Aku tidur di sini yah? Yah? Yah? Ayolah dear....., "

Bola mata Valeryn menangkap dua insan yang sedang bercengkerama di ruang tamu. Jalang itu ..... Berlaku manja seakan menggoda Leon. Tidak--Valeryn tidak menuduh. Tapi rasanya seperti ... Dia mencari perhatian.

"Aku sudah menikah, sha. Kau pulanglah. Rumah ini memiliki sang nyonya. "

Sasha terlihat cemberut. Membuat hati Valeryn menghangat. Entah mengapa. Apa karena reaksi Leon biasa saja? Iya, lelaki itu sama sekali tidak tertarik. Bahkan hanya untuk menatap wajah Sasha.

"Tapi kalian kan tidak sungguhan menikah. Kau juga tidak menyukainya. Biarkan aku tidur di sini.... "

Leon meringis menatap mata Sasha tidak suka, "Baiklah. "

PROTECT 2 √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang