Untuk sampai pada titik yang sebenarnya, Tuhan bilang bertemulah lagi, buat kisahlah lagi, tapi untuk akhir, jangan tanya padanya. Ini waktu untuk memperbaiki kesalahan dan kesengajaan masa lalu.
Tidak ada teori bahwa 'Mencintai harus memiliki', ta...
Jangan lupa menuhin kolom komentar! Dan jangan begadang:^) Hem
HAPPYREADING!
****
Pagi ini setelah mengunjungi beberapa rekan kerja Leon dan membuat kesepakatan untuk menyelesaikan masalah bencana kemarin, mendekati jam makan siang Leon mendatangi kantor Kakaknya. Efesika company. Berpusat di LA dan mendirikan cabang hampir di seluruh benua Eropa.
Namanya juga produk kecantikan, semua orang membutuhkan itu. Terkhusus wanita, yang keberadaannya hampir memenuhi bumi. Leon tidak habis pikir, Mey benar-benar menjadikan boygroup BTS sebagai Brand Ambasador utama dan mendapatkan penghasilan melebihi target mereka.
"Genius sana meledek kita. "
Lelaki tampan tanpa mengenal 'tua' itu melempar smirk singkat tak jauh dari dua darah daging yang kini memasuki lift turun. Mey tersenyum simpul. Dennyal makin tua makin tampan. Perusahaannya kembali, tapi belum berniat menikah. Pasangannya pula seorang dokter psikolog sukses. Jangan sampai dia gay berkedok "Belum siap. "
Mata Leon berotasi, pintu lift tertutup barulah ia berucap, "Dia terlihat sangat senggang. "
Mey terkekeh, "Adik dan keponakannya barusan pulang. Mungkin sedang bersenang hati sampai datang langsung kemari dan menekan kontrak tahun ke tiga. "
"Dia cukup sibuk dengan robot. "
"Yess ... Mr dan Mrs. Williams sakit. "
"Ah ... Begitu. "
Leon melirik Rolex Gold pada pergelangan tangannya. Jarum jam menunjukkan pukul dua belas siang. Hari ini ada makan siang keluarga dan Leon diwajibkan menjemput Mey. Angga, Sandra, Gion, Zac, dan Werent mungkin sudah di sana.
"Tadi malam kau tidak mengangkat telfonmu. "
"Hm. "
"Aku berniat pamer. Park Jimin mengajak pacaran diam-diam, sebelum akhirnya tau aku bersuami anak satu. "
Leon refleks menyengir, "Terima saja. "
"Dasar idiot! Aku punya Gion. "
"Tidak ada salahnya bersenang-senang sebentar kan? Lagi pula kau tidak cinta. "
Mey berdecak, "Aku bukan kau bocah berengsek. Status punya kekasih, berselingkuh dengan mantan istri. "
"Selingkuh?! "
Mey menggeleng prihatin, "Untung Werent anak baik. "
"Kau beritahu dia? " mata Leon menyolot seketika. Gadis tua ini makin hari makin menjengkelkan. Dia pikir tadi malam itu Leon ngapain? Bersenang-senang?
"Makanya yang jelaslah dalam memilih perempuan!! Kau pikir kau itu Zayn Malik? "
Leon langsung menendang tulang kering Mey sebelum akhirnya berlari kecil keluar lift dan disambut oleh beberapa bodyguard Mey dan sekretarisnya, Anastasia. Mau tidak mau Mey tetap berjalan anggun dan tersenyum manis.
****
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.