Chapter seventy five || Donation For a Thing

642 84 17
                                        

Kalian bakal suka dan gasuka sama part ini

😂❤

HAPPYREADING!!!

****

Hari-hari berlalu seperti tidak ada yang terjadi. Sekitar satu minggu Valeryn menghabiskan waktu di mansion bersama little twins. Ia mengajari mereka banyak hal tentang baca tulis sebelum tiga bulan lagi menginjak lima tahun. Di mana mereka akan memasuki taman kanak-kanak. Ah, tidak terasa ya, waktu berlalu begitu cepat.

Perasaan baru kemarin Valeryn melahirkan di masa-masa penyakitnya parah. Baru kemarin juga little twins Valeryn jemput di kediaman Anna Charlotte. Baru kemarin juga ia bekerja di restoran ayam sederhana di kota besar seperti New York. Semua terlalu miris sekaligus menggelikkan jika diingat kembali. Enam tahun perjuangan seorang diri di mana Valeryn harus berjuang sembuh, melahirkan, merawat dua bayi, bekerja. Valeryn ternyata sudah bisa semandiri itu.

Bahkan di mansion sebesar ini banyak pula kenangan pahit sekaligus senang. Ia akhirnya bisa berdamai dengan Hector dan Clare juga Dennyal. Kondisi kesehatan Hector dan Clare sudah sangat membaik. Mereka kian lama makin beranjak tua. Alhasil lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama Claude dan Gabriel. Mungkin mereka akan pensiun dari dunia kerja dan kursi CEO perusahaan W-beauty pula akan kosong.

Sedangkan perusahaan peninggalan grandma yaitu Williams company, kembali membaik dengan reputasinya. Dennyal berhasil mengembalikan nama baik Williams dengan menciptakan banyak teknologi masa kini yang mayoritasnya disuguhkan untuk masyarakat membutuhkan dari segi fisik. Seperti tangan palsu, kaki palsu, kursi roda elektronik, teknologi penyembuhan mata minus, aplikasi penolong bagi tunanetra, dan lain-lain. Bahkan tiga puluh persen dari teknologi tersebut Dennyal sumbangkan secara cuma-cuma.

Tapi kini Dennyal tinggal terpisah di mansion barunya masih di wilayah Los Angels. Dia bersama istrinya Cassandra Felisya. Cassandra bahkan membangun klinik di mansion mereka sendiri. Perlu ditau pula, mansion itu sangat sederhana bahkan tidak ada apa-apanya dibanding mansion utama Williams sekarang. Dennyal mulai belajar mencintai kesederhanaan seperti istrinya. Barusan dua hari yang lalu mereka jalan-jalan kesini sekedar kumpul keluarga. Waktu adalah segalanya, Valeryn dan Dennyal sangat bersyukur masih memiliki orang tua sampai detik ini.

Dan seperti itu hidup Valeryn sekarang. Hidup yang ia inginkan selama ini. Kebahagiaan bersama anak dan orang tua. Melihat Hector dan Clare sehat, Dennyal bahagia dengan pernikahannya, dan little twins yang tumbuh sehat dan aktif. Itu saja. Valeryn maunya itu saja.

"Hey nak ... "

Suara berat Hector memanggilnya. Anak papa itu terlihat sangat mirip dari segi ekspresi wajah dan warna rambut. Hector di umur setua ini belum sama sekali memakai tongkat ataupun kursi roda. Dia masih saja kuat walau wajah yang kian keriput. Semasa muda dia dan Clare terbiasa hidup sehat dan rajin berolah raga. Lalu di masa tua, Hector dapat menikmatinya dengan santai. Clare pula baru beberapa hari lalu lepas dari kursi roda lantaran tidak lagi stres karena Valeryn seutuhnya kembali pada Williams.

"Boleh dady minta sesuatu? "

Valeryn tersenyum hangat, "Yakin cuman satu? "

Keduanya duduk berdua di sofa panjang seraya menyaksikan aksi Claude dan grandmanya kompak menertawakan Janeta yang menghiasi wajah Gabriel dengan spidol karena kalah main ular tangga. Ah, ngomong-ngomong Janeta sampai detik ini masih mengabdi pada Valeryn. Membuat Valeryn tidak tega melepasnya walau tau bahwa Janeta pasti membutuhkan kehidupannya sendiri. Tapi Janeta tetap kokoh mau bersama Valeryn dan menjaga little twins serta sekeluarga.

PROTECT 2 √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang