Chapter fifty seven || Fucking Date Time

925 117 23
                                        

Ehem
Rindu kah?
di sana jam berapa?
Di sini jam 10

Lebih suka klean menuhin kolom komentar dibanding ngevote.

Siap?

HAPPYREADING!!!

****

Jadi pagi itu Valeryn bangun telat sekitar pukul sepuluh pagi. Ia kaget karena tidak ada yang membangunkannya, juga agak ngeh tiba-tiba bangun telat. Valeryn keluar kamar masih mengumpulkan nyawa. Pakaian yang terpakai masih bekas tadi malam. Valeryn harus balik ke rumah.

Namun langkahnya terhenti di ambang pintu ketika bola matanya menangkap salah seorang wanita cantik terduduk sambil menatap wajah Leon yang saat ini masih tertidur lelap. Lelaki itu ternyata semalaman tidur di sofa. Valeryn malas debat panjang dan akhirnya tertidur tanpa makan.

"Selamat pagi kekasih, " sapa wanita cantik itu ketika tak lama Leon terbangun. Mata mereka langsung saling beradu. Wajah dia dan wajah Leon dekat tanpa jarak. Wanita itupun tersenyum hangat dan mengecup dahi Leon.

"Selamat pagi, " jawab Leon tenang. Masih dengan bare face tampan seorang Adhan Nathaleon Zevaro. Dan dia ... Mengusap puncak wanita itu pelan, lembut, penuh kasih sayang.

Valeryn memalingkan wajah seketika. Kembali menutup pintu dan menguncinya. Entah Valeryn sedang merasakan apa. Valeryn cuman ... tidak tau harus apa, harus bereaksi apa, harus memberi tanggapan apa. Valeryn terdiam menatap cermin.

 Valeryn terdiam menatap cermin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Dia ... Cantik yah, " Valeryn tersenyum miring, "Setelahku, " lalu melangkah cepat keluar kamar seperti orang tidak tau apa-apa. Ia usahakan bola matanya ini tidak menatap mereka. Valeryn melangkah terus sampai keluar apartemen. Persetan dengan sepatu, Valeryn bisa jalan kaki.

Well ... Leon tidak memanggilnya. Berarti ia aman. Valeryn hanya perlu naik taksi- ah tasnya juga kelupaan. Berarti Valeryn harus jalan kaki sampai rumah. Its okay ... Valeryn sudah biasa, percayalah.

Ta-ta-tapi kenapa Valeryn kesal sih? Kenapa kakinya terhentak-hentak seakan tidak terima kejadian di depan matanya tadi? Sialan. Lelaki itu benar-benar mempermainkannya. Apa alasan dia bawa Valeryn ke apartemen itu? Mau pamer?

"DASAR BAJINGAN!!!!! " berhenti sejenak menghela napas panjang, Valeryn merunduk dan menekuk lututnya, "Dasar bajingan bodoh. Sama sekali tidak berubah. "

Tentang wanita itu? Bukan. Valeryn hanya berpikir mungkin wanita itu adalah yang kesekian kali Leon permainkan. Valeryn cuman ... Kasihan. Valeryn tau sampai matipun Leon tidak akan menemukan wanita lain untuk dicintai ... Selain Valeryn.

"Ck, " Valeryn menegakkan bahunya dan tersenyum picik, "Bodoh. "

Ia lalu melanjutkan perjalanan tanpa alas kaki. Gila Valeryn tiba-tiba kelaparan. Yang terbawa sekarang cuman diri dan busana terpakai. Orang-orang melihatnya jijik dan prihatin. Tapi yah ... Valeryn tidak peduli. Valeryn kemudian berhenti di halte bus. Sedikit mengurut kaki dan meregangkan tubuh.

PROTECT 2 √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang