Chapter thirty eight || Second Day

2.1K 156 21
                                        

Benarkah?
Iya benar, aku up
Gak tau, jangan nanya

HAPPY READING!

****

"Oke deal! "

Valeryn menghela napas panjang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Valeryn menghela napas panjang. Dengan sangat terpaksa melangkah pergi begitu saja memasuki Neverland Theme Park. Taman hiburan terbesar Korea. Yah, setara dengan Disneyland. Tapi katanya di sini lebih mengasyikkan.

Pertama mereka menaiki American Adventure, wahana kapal gantung. Itu benar-benar menguji adrenalin. Valeryn yah santai-santai saja, teriak-teriak, bahkan dalam keadaan begitu masih sempat melahap Godae. Valeryn jatuh cinta pada makanan tusuk tersebut. Jangan heran dari pagi-pagi sekali Leon dibangunkan hanya untuk mencari Godae.

Kedua mereka menaiki Colombus Adventures dan Hurricane berturut-turut. Wahana seperti beterbangan di langit. Valeryn sempat tercekat karena berada di ketinggian 33 meter. Leon yang melihat itu cuman diam menunggu, tak lama lagi.

Ketiga wahana paling mendebarkan, European Adventures. Rollercoster. Yang itu memang butuh perdebatan panjang. Karena Valeryn masih bersikukuh ingin naik tapi Leon melarang karena nanti Valeryn mual.

Seperti Leon tidak mengenalnya saja.

"Kalo aku tidak muntah, kita tidak jadi ke SMTOWN. "

Leon memelas, "Kami sudah buat janji, Valery. Tidak enak jika membatalkannya. "

"Aku juga ingin ke sana. Ini hanyalah kesepakatan. "

"Hey kau lupa barusan sepakat tadi sebelum masuk ke sini? "

Valeryn diam, berpikir keras. Seperti ... Pernah. Tapi kapan? Di mana?

"Besok ke dokter. "

Leon pun melangkah duluan menemui sang petugas untuk bersiap naik. Pastikan kursi mereka bersampingan. Gejala lupa Valeryn kumat. Ada yang sadar? Tadi sebelum masuk Leon dan Valeryn membuat janji untuk tidak menaiki wahana ekstrim lebih dari tiga. Tapi lihat, Valeryn lupa atau sengaja?

"Pegangan. "

Valeryn menatap Leon skiptis. Wahana siap dijalankan. Satu dua tiga, boom. Valeryn berteriak habis-habisan. Napasnya tak teratur. Tubuhnya juga gemetaran. Terus seperti itu sampai wahana berhenti. Leon cepat-cepat membawa Valeryn dari keramaian. Lalu membiarkan Valeryn muntah di pinggiran.

"Tunggu, aku cari minum dulu. "

"Eskrim juga. "

Leon memejamkan mata kesal, "Tunggu saja, keras kepala, " lalu lekas pergi mencari minum.

Valeryn setelah merasa baikan, baralih duduk di kursi kayu panjang dekat Taman. Menatap sekeliling orang-orang berhalu lalang sambil merintih mengelus perutnya. Tak lama dari lamunan, Valeryn melihat seorang berkostum minnie mouse berjalan menghibur beberapa pengunjung.

PROTECT 2 √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang