Untuk sampai pada titik yang sebenarnya, Tuhan bilang bertemulah lagi, buat kisahlah lagi, tapi untuk akhir, jangan tanya padanya. Ini waktu untuk memperbaiki kesalahan dan kesengajaan masa lalu.
Tidak ada teori bahwa 'Mencintai harus memiliki', ta...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Leon and family's mansion.
09.33
"Mom di mana kaos kakiku?! "
Suara gertakan remaja wanita baru saja menghantam gendang telinga Valeryn. Kalau saja anak itu tidak sedang mengenakan gaun bagus, sudah pasti Valeryn akan mencakarnya. Saat itu pula ia sedang memakaikan suaminya dasi dan merapikan kembali tatanan kemejanya.
"Mommy!! "
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Valeryn menjawab selagi sibuk dengan aktivitasnya, "Ada di laci lemarimu. Sana cepatlah! Pintu akan mommy tutup. "
Claude yang tadinya datang dengan wajah kesal langsung menyengir tanpa dosa setelah mendengar perintah barusan. Apalagi saat ini Valeryn hanya dibaluti dress rumah pendek dan rambutnya dia ikal satu. Ditambah beberapa tetes keringat yang mengalir di pelipis wanita berumur empat puluh tahun tersebut. Dia terlihat sangat berantakan.
"Ini bukan waktunya berkencan mom. Lihatlah sekarang jam berapa, " goda Claude sambil menunjuk-nunjuk ke jam dinding.
Sebelum Valeryn jawab dengan teriakan, Leon sudah dulu menghampiri Claude, "Hei cepatlah cari kaos kakimu! Mommy akan segera mandi bukan berkencan, " tuturnya tenang.
"Cielah, paling sebentar lagi daddy akan menggendong mommy di depan kita semua. "
"Kita semua? "
"Iya di depan grandma, grandpa, uncle Dennyal, aunty Sandra, uncle Gion, aunty Mey, Kak Zac dan Sean. "
Wah, Leon nyaris lupa punya anggota keluarga sebanyak itu sekarang. Leon pun tertawa, "Dasar anak nakal! "
Sebelum akhirnya Valeryn menutup pintu agar bisa bergegas mandi, Gabriel tiba-tiba berlari padanya dengan wajah panik. Leon dan Claude yang menyadari itu langsung saling menghimpit agar memberi jalan bagi Gabriel.