Chapter seventy || Game Over

548 70 21
                                        

Hae(:
Maaf buat klean nunggu lama
Baca part ini di jam brp?

Jangan lupa spill stikernya sebagai pertanda mood hari ini!!

Siap ga nih?
Harus siap ya!
Jangan lupa respect ur author! ❤❤

HAPPYREADING!!

****

Suara kibasan helikopter hitam terdengar besar diikuti hembusan angin dari putaran baling-baling helikopter yang makin kencang. Sang pengemudi terlihat fokus memantau jalur, sedangkan lelaki berbadan kekar yang memakai kemeja putih dan dibaluti jaket hitam tebal dan topi hitam itu bersiap dengan segala peralatannya.

Ia lalu berbicara pada sebuah handsfree yang terpasang d telinga kanannya, "Lima menit lagi aku sampai. "

"Dia berhasil ditangkap. "

"Sendiri? "

"Ya ... "

Leon lalu memasukkan sebuah pistol ke dalam balik jaketnya dan bersiap turun. Pintu helikopter ia buka perlahan, hembusan angin kencang spontan menerpa tubuhnya. Pemandangan kota Los Angels terlihat jelas dari atas sini, begitupun gedung besar dari mansion keluarga besar pula yang kini sedang mengadakan wedding party di bawah sana.

Mata Leon menangkap seorang wanita berbalut white dress sedang terduduk tak berdaya dengan tangan yang diikat. Karena bunyi dari helikopter Leon sangat bising, wanita itu dan seorang lelaki yang memang sedang berdiri memegang pistol bersiap menembak wanita itu tadi kompak menoleh.

Helikopter mendarat dengan sempurna. Rooftop itu cukup luas dan terbuka. Leon langsung turun dengan gayanya yang tetap santai dan terkesan menikmati. Ia menatap lelaki berkemeja formal itu dengan tajam.

"Tamu tak diundang? "

Leon melempar smirk, "Aku tak diundang untuk mendatangi yang tak diundang. "

Lelaki itu menembak ke arah Valeryn hampir mengenai wanita itu, "Mendekat berarti dia mati. "

Langkah Leon berhenti. Matanya memincing ke arah Valeryn seutuhnya, "Kau tidak menyakitinya kan ... Papa? "

Angga Zevaro mengangkat bahu acuh. Lelaki itu lalu mendekat ke samping Valeryn, menempelkan ujung pistol pada pipi kiri Valeryn, dan menatap sang anak tajam, "Papa tau kau akan datang. "

"Ya ... Dan kau tau aku akan membunuhmu. "

Angga tertawa. Dia memperbaiki letak dasinya. Tak lama dari itu, tiba-tiba sekitar dua puluh orang berpakaian serba hitam datang dari pintu lift mengepung dan mengelilingi mereka dengan pistol masing-masing serta bersiap menembak ke arah Nathaleon Zevaro.

"Ck, terbaca, " bisiknya pelan.

Dalam hening malam kelabu itu, Angga berujar, "Di bawah sana mereka semua sedang disandra oleh orang-orang ini. Dan kau ... My son ... Selanjutnya. "

"Dalam keadaan seperti ini, anda tak perlu memanggil saya son, kau bahkan tak pantas kupanggil ayah. "

Lagi. Angga tertawa, "Hei ... Sudah aku katakan dari awal sekali ... Awal, nak, awal ... Sebelum kau dan wanita gila ini membuat hubungan ... Jangan pernah dekati dia ... Dia anak Williams. Keluarga yang nyaris merusak hidup istriku. "

Yah, itu sudah sangat lama. Lama sekali.

Pertengkaran keluarga ini, Leon membencinya. Masa lalu mereka adalah urusan mereka, siapa memperkosa siapa, siapa membayar siapa, siapa membunuh siapa, itu urusan mereka. Tuhan tidak menciptakan waktu hanya sebatas masa lalu. Ada masa kini dan masa depan.

PROTECT 2 √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang