Untuk sampai pada titik yang sebenarnya, Tuhan bilang bertemulah lagi, buat kisahlah lagi, tapi untuk akhir, jangan tanya padanya. Ini waktu untuk memperbaiki kesalahan dan kesengajaan masa lalu.
Tidak ada teori bahwa 'Mencintai harus memiliki', ta...
Kalian aja yg gk ikuti aku saat masa nulis protect 1 :) Belum tau yah aku author gimanaaa
Kadang aja rajinnya Gk buat jadwal up Buat pun malah gk sesuai Banyak bacot Up lamaaaaaaaaa Satu chapter pun kerasa pendek Gk prnah double up
Hemmm
Gak mau komentar lagi
Gk mood.
So, don't forget to respect me!
HAPPY READING!
****
Seperti ada yang menatapnya, Valeryn terjaga. Bukan karena silau matahari atau saraf motorik tubuh. Tapi deru napas Leon juga wangi buah yang belum hilang meski termakan waktu.
"Good morning, wife. "
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bagaimana tidurmu? "
"Hemm ... Biasa saja. "
Leon mengecup dahi Valeryn, menatap wanitanya itu lama, baru bergerak bangun. Ah, tidak--tidak. Jangan lupa serantai bacotan receh dari makhluk dengan rendahnya selera humor.
Valeryn memperbaiki posisi tidur. Leon membantunya duduk dan menyandar nyaman. Lalu lelaki itu melangkah ke kamar mandi membasuh wajah. Dia keluar dengan memperlihatkan tubuh kekar. Jangan lupa penampakkan kotak-kotak juga beberapa jalur sempit pada perutnya.
Valeryn tertawa.
"Kenapa? " decak Leon berdiri menjemur tubuhnya di bawah sinar matahari. Dan itu sangat menampakkan otot-otot Leon diikuti cairan keringat klise terlihat berminyak.