Chapter thirty one || Please Trust Me

3.3K 299 37
                                        

Soooo hai kembali :)
Lama tak jumpa

Jarang up yah?
Jarang double up yah?

Kalian aja yg gk ikuti aku saat masa nulis protect 1 :)
Belum tau yah aku author gimanaaa

Kadang aja rajinnya
Gk buat jadwal up
Buat pun malah gk sesuai
Banyak bacot
Up lamaaaaaaaaa
Satu chapter pun kerasa pendek
Gk prnah double up

Hemmm

Gak mau komentar lagi

Gk mood.

So, don't forget to respect me!

HAPPY READING!

****

Seperti ada yang menatapnya, Valeryn terjaga. Bukan karena silau matahari atau saraf motorik tubuh. Tapi deru napas Leon juga wangi buah yang belum hilang meski termakan waktu.

"Good morning, wife. "

Valeryn tersenyum hangat, "Good morning, husband

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Valeryn tersenyum hangat, "Good morning, husband. "

"Bagaimana tidurmu? "

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bagaimana tidurmu? "

"Hemm ... Biasa saja. "

Leon mengecup dahi Valeryn, menatap wanitanya itu lama, baru bergerak bangun. Ah, tidak--tidak. Jangan lupa serantai bacotan receh dari makhluk dengan rendahnya selera humor.

Valeryn memperbaiki posisi tidur. Leon membantunya duduk dan menyandar nyaman. Lalu lelaki itu melangkah ke kamar mandi membasuh wajah. Dia keluar dengan memperlihatkan tubuh kekar. Jangan lupa penampakkan kotak-kotak juga beberapa jalur sempit pada perutnya.

Valeryn tertawa.

"Kenapa? " decak Leon berdiri menjemur tubuhnya di bawah sinar matahari. Dan itu sangat menampakkan otot-otot Leon diikuti cairan keringat klise terlihat berminyak.

PROTECT 2 √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang