Untuk sampai pada titik yang sebenarnya, Tuhan bilang bertemulah lagi, buat kisahlah lagi, tapi untuk akhir, jangan tanya padanya. Ini waktu untuk memperbaiki kesalahan dan kesengajaan masa lalu.
Tidak ada teori bahwa 'Mencintai harus memiliki', ta...
Iya iya iya jangan nerror lagi Maafin Langsung baca aee!!
Pada rindu kan? Akupun:'(
HAPPY READING!!!
****
"Mommy mommy wake up!! Anybody come here!! "
Valeryn terjaga dari tidurnya, "Hm? "
Gabriel menggoyang-goyangkan tubuh Valeryn agar terbangun cepat. Claude juga terbangun dari samping Valeryn karena suara bising Gabriel. Valeryn berdiri masih dengan wajah kusam. Seperti biasa, tiada hari tanpa begadang.
Gabriel membawa Valeryn keluar. Tepatnya ada yang datang. Pagi-pagi begini? Untungnya Valeryn libur kerja hari ini. Valeryn langsung membuka pintu dan terkesiap di ambang. Siapa ini tiba-tiba? Kesadaran Valeryn seketika kembali sepenuhnya.
"Who are you? " tanya Claude menggaruk wajahnya. Jarang sekali ada orang asing berpakaian serapi dan seformal ini datang ke rumah sederhana mereka.
Valeryn membawa Gabriel dan Claude masuk. Tak lupa menutup pintu dan menyingkirkan orang itu dari hadapan mereka. Valeryn mencoba bersikap tenang dengan tidak marah atau menghindar. Lagi pula dia tidak salah apa-apa. Selama ini cuman Valeryn saja yang mencintai hidupnya tanpa siapapun.
"Kalau ingin membawaku pu-"
"Baby Vee ... Mommy sakit. "
Memejamkan mata kesal, tubuh Valeryn melemas, "Lalu? "
"Dia merindukamu. "
"Kakak ... "
Dennyal mengusap wajahnya gusar. Menangkup wajah Valeryn lembut dan menatap dalam lensa matanya. Lama. Dennyal hampir menangis. Valeryn ... Masih terlihat sangat cantik dan sehat. Itu adalah hal paling ia syukuri dan ia sesali. Kenapa baru sekarang?
"Kakak sudah mencarimu di rumah sakit tapi kau tidak ada. Kakak tidak tau kau barusan melahirkan. Kakak bertanya pada semua orang di sana, tidak ada yang ingin memberitahu. Bahkan Anna. Kakak pikir kau sudah pergi ke mana sendiri dalam keadaan mengandung, " Dennyal menyapu air mata dari pelipisnya, "Kenapa sih Valery? Minta bantuan padaku saja, cari saja aku, jangan hadapi semua sendiri. Kau tau betapa sakitnya itu? Kakak cuman takut kau kenapa-napa. "
Valeryn tidak bisa ... Membuka diri pada keluarga dan meminta belas kasih seperti mengisap balik liur sendiri. Valeryn terlanjur kecewa, Valeryn terlanjur hilang kepercayaan, Valeryn terlanjur terbiasa tidak membutuhkan mereka. Dan Valeryn tau, jika Dennyal datang, Dennyal tidak akan diam. Dia akan melakukan apapun untuk mengembalikan citra Valeryn.
Huft.
Ini masih pagi untuk memulai drama. Valeryn capek menangis, Valeryn capek kepikiran, Valeryn capek menumpuk beban. Iya akan terus menjadi kuat selagi mampu. Dennyal menggenggam tangan Valeryn lembut serta disapu-sapu pelan. Tatapan paling tulus dari seorang kakak untuk adiknya. Mereka masih sedarah daging. Lahir di rahim yang sama. Valeryn sangat paham bagaimana perasaan rindunya seorang kakak.
"Valery ... "
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.