Untuk sampai pada titik yang sebenarnya, Tuhan bilang bertemulah lagi, buat kisahlah lagi, tapi untuk akhir, jangan tanya padanya. Ini waktu untuk memperbaiki kesalahan dan kesengajaan masa lalu.
Tidak ada teori bahwa 'Mencintai harus memiliki', ta...
Arah pandang yang tadinya larut dalam pikiran ingin mati saja refleks berputar sembilan puluh derajat ke kanan. Entah kenapa pendengaran berubah sensitif begitu panggilan tersebut diucapkan.
Valeryn turun dari mobil sedan hitam metalic. Kirana menuntun nyonya barunya itu masuk ke dalam sebuah mansion mewah dan elegan. Mansion itu memang bisa dikatakan makanan deretankasta tinggi. Desainnya bukan main-main. Dari segi interior, bahan bangunan, kelengkapan ruangan, pernak-pernik, hingga keindahan seni. Semua memuaskan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tapi sayangnya Valeryn terbiasa dengan hal-hal seperti ini. Jika dekorasi dipenuhi pink dan minnie mouse, itu jauh lebih baik. Tapi kalau terlalu megah bak pasangan baru benaran seperti ini, Valeryn tidak tertarik. Terlihat begitu formal dan fakum.
"Anda suka dengan mansionnya Mrs? "
Valeryn bergumam seadanya. Tidak baik menjadi nyonya pilih-pilih. Ah sial, ia sudah merasa menjadi nyonya sekarang?
"Perkenalkan Mrs, mereka para pelayan anda. Dan dia kepala pelayannya," Kirana menjelaskan. Para pelayan yang dimaksud tersenyum dan menunduk sopan. Menyapa nyonya sang pemilik mansion untuk pertama kali.
Valeryn mengangguk. Memberi senyum simpul. Namun ... Kenapa ekspresi mereka kaku sekali? Apa aura judes Valeryn terasa lagi? Ah, ini tidak baik.
"Jangan bersikap terlalu formal padaku. Karena kita serumah maka kita adalah teman. "
Kirana menyahut, "Kami tidak akan serumah dengan anda, Mrs. "
"Ha? Kenapa? Kalian kan dipekerjakan di sini. "
"Karena sekarang saya adalah sekretaris Mr. Nathaleon, maka saya ditugaskan untuk memantau keadaan mansion ini. Para pelayan hanya ditugaskan dari anda dan Mr. Nathaleon bangun pagi hingga malam tepat pada pukul delapan. "
"Kalian tidak menginap? "
Kirana tertegun, "Bagaimana bisa kami menginap di mansion pengantin baru? "
Valeryn memekik, "Pengantin baru?! " kembali memasang ekspresi judes. Kekesalannya dengan semua omong kosong ini memuncak. Padahal tadinya sedikit mereda seiring waktu perjalanan ke sini.
Kemudian seterusnya Kirana menunjukan kamar mereka. Iya, mereka. Valeryn dan Leon. Valeryn memelas--menggerutu pada tuhan untuk membunuhnya saja.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.