Chapter fifty three || Gabriel and Claude

1.4K 190 69
                                        

Oh Jesus ...

Enam tahun perjalan hingga Valeryn bisa sampai di titik ini. Ia berjuang dengan tenaga dan keringatnya. Menyingkirkan nama belakang dan menjadi diri sendiri. Valeryn bangga dan Valeryn syukuri. Jikalaupun ditanya siapa wanita terhebat di dunia ini, Valeryn akan menyebut dirinya sendiri.

Valery ... Kau hebat.

Satu tahun tidak menjadi batas ukur kesembuhan Skizofrenia. Valeryn melahirkan di tengah-tengah daruratnya mentalnya saat itu. Valeryn kesakitan, hampa, lemah, lantang memanggil nama Tuhan berkali-kali. Tidak ada satupun manusia yang menggenggam tangannya secara lembut dan berkata, "Tenanglah, ambil napas dalam-dalam, lalu keluarkan. Semua akan cepat berakhir. "

Valeryn memegang besi bangkar seraya mengeluarkan semua kesakitannya. Itu benar-benar sakit. Semua tulang Valeryn seakan retak dalam satu waktu. Ia keringatan, lelah, bahkan untuk bernapas saja susah. Valeryn sempat tidak sadar, tapi berkat Tuhan Valeryn bangun kembali. Ini seperti pertaruhan hidup dan mati.

Tapi ... Valeryn bisa tersenyum kecil di akhir ketika suara tangis bayi terdengar. Kala itu ribut sekali. Dokter sampai bingung mau menenangkan siapa duluan. Tangisnya tidak terkira dan menggelegar. Valeryn tidak sempat melihat wajah mereka karena beberapa detik kemudian Valeryn pingsan. Butuh waktu dua minggu sampai Valeryn bangun kembali.

Dan ketika Valeryn bangun, betapa indahnya dua bayi tersebut.

"Hello my little babys

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Hello my little babys. "

Valeryn tersenyum haru. Ia terduduk dan menangis. Tak kuasa menatap wajah mereka. Twins. Tuhan beri dia dua karunia dalam satu waktu. Laki-laki dan perempuan. Twins frateral. Valeryn tidak pernah kira. Karena selama mengandung Valeryn tidak pernah diberi tahu atau mencari tahu kelamin janin. Ia hanya berpikir bahwa, "Pasti lahir juga, mari jadikan suprise. "

Valeryn menggendong mereka. Cowok di kanan dan cewek di kiri. Valeryn mencium keduanya satu per satu, dari dahi hingga dagu. Mereka sedang tertidur lelap. Ke-empat mata kecil itu belum terbuka. Valeryn bisa dengar langsung detak jantung kecil bayinya. Lord, Valeryn menangis lagi. Mereka terlalu indah.

"Anda punya kenalan untuk kami hubungi? "

Valeryn menggeleng, "Saya tidak memiliki keluarga ataupun suami. Ah ... Tolong hubungi salah satu sahabat saya, Anna Charlotte. "

Setelah kelahiran mereka, Valeryn kembali dirawat. Ada ketakutan tersendiri bagi seorang ibu yang masih didiagnosa skizofrenia akut. Menjaga bayi baru lahir bisa berujung bahaya. Maka Valeryn jalani perwatan selama dua tahun berikutnya. Little Twins dititipkan ke Anna untuk sementara waktu. Anna sangat senang bahkan menerima mereka dengan segala kehormatan. Sekali-kali little twins menengok Valeryn untuk diberikan ASI.

"Terimakasih banyak Anna. "

Anna tersenyum tulus, menepuk pundak Valeryn, "Cepatlah sembuh. Dua bayi ini membutuhkan ibunya. "

PROTECT 2 √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang