Chapter three || A Bitch

5.9K 222 18
                                        

Suara hembusan napas terdengar begitu panjang. Lelaki penuh pikiran itu sedang duduk termenung di taman besar Harvard. Sendiri tanpa kehadiran Rehan si banyak omong.

Yang ia temui tadi malam itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Yang ia temui tadi malam itu ... Siapa?

Kenapa ia sebegitu marah? Padahal itu terserah pada Mr. Park yang ingin melakukan apapun pada siapapun bukan?

Bukankah seharusnya Leon bertanya baik-baik saja di mana Mr. Park? Kenapa harus berucap kasar dan pergi begitu saja?

Lalu ... Wanita itu kenapa di sana?

Bukan--Leon tidak tanya alasan wanita itu di sana. Tapi bukankah Mr. Park sudah memiliki istri? Istrinya seorang desainer terkenal--Diza Charlotte.

Leon tidak ingin ikut campur. Itu juga menjadi suatu hal lumrah di negara Paman Sam ini. Tapi entah mengapa ada sedikit perasaan aneh di benak Leon.

"Hey kau! "

Leon melirik sang sumber suara.

"Siapa namamu? "

Seorang wanita berambut lurus panjang dan berkulit putih bersih menghampirinya. Postur tubuhnya agak tinggi dan kurus.

"Hey! Aku bertanya. "

Wanita itu menatap Leon dari atas sampai bawah. Seraya menyipitkan matanya, wanita itu terkesan mengintimidasi.

"Aku Anna. Kau siapa? "

Wanita bernama Anna itu menyodorkan tangannya bermaksud salaman. Namun Leon melirik tangan Anna tenang dan menatap manik matanya kembali.

Ekspresi Leon sangat datar.

"Leon, " jawabnya tanpa membalas salaman.

Anna menarik tangannya kaku, "Adhan Nathaleon Zevaro dari fakultas bisnis kan? "

"Katakan ada apa. "

Leon kalau pada orang asing memang seperti ini. Tidak ada ramah-ramahnya. Selalu bersikap cuek dan terkesan tidak ingin diganggu. Apalagi perempuan. Karena menurutnya semua perempuan itu sama tingkah modusnya.

"Dadyku memanggilmu. "

Alis Leon terangkat satu. Menandakan 'maksudnya'.

"Mr. Park. "

"Di mana? "

"Ruangannya. "

"Oh. "

Leon pun langsung melesat pergi. Tanpa berucap sepatah kata pun pada Anna yang terlihat ingin sekali mengumpat. Karena itulah ekspresi setiap wanita setelah berhadapan langsung dengan lelaki bernama Adhan Nathaleon Zevaro.

Jadi, Leon sudah tbiasa.

****

Leon memasuki ruangan Mr. Park Charlotte. Lelaki paruh bayah dengan ekspresi tajam itu kini membalikkan kursinya dan menatap Leon.

PROTECT 2 √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang