Chapter twenty six || Just Because Her

3.3K 291 140
                                        

Holaaaa!!
Selamat siang semuaaaa :-)
Akhir-akhir ini aku makin rajin update
So, tetap hargai usahaku yah!

Don't forget to soud on!

*
*

*
*

HAPPYREADING!!

****

Sekitar pukul empat pagi Valeryn dengan balutan hoodie pink, celana training, masker, dan kaca mata hitam anti radiasi, berlajan santai di pinggiran jembatan tempat banyak orang melakukan  jogging.

Kini wanita yang dari luarnya tampak tidak dikenal itu menikmati jalan santainya seraya menatap sekeliling. Udara bersih di pagi hari, sungguh segar. Keringat Valeryn rasanya malah lebih dingin dan tidak gerah.

Cukup lelah, Valeryn memilih beristirahat di salah satu taman bunga Sweet Pea dekat penjual asongan. Terkhusus eskrim dan cokelat.

"Bertengkar lagi? "

Itu Cassandra. Sebelum Valeryn ke sini, ia sudah menghubungi Cassandra untuk datang sejam sebelum pukul lima. Lalu Valeryn meninggalkan ponselnya di mansion. Ia bukan tipe wanita suka mendengar musik saat jogging. Dan ... Tidak ingin siapapun tau keberadaannya.

"Aku tidak memusuhinya, " Valeryn menenggelamkan kedua tangannya dalam kantong hoodie. Terasa sangat hangat.

"Iya ... Dia juga tidak memusuhimu. "

"Itu berarti kami tidak bertengkar. "

"Cuman marah? "

Langit masih sangat gelap dan orang-orang belum meramaikan kota dengan aktivitas mereka. Mungkin Cuman Valery yang menyukai kedamaian ini. Karena terkadang rasa kalut bisa dihilangkan lewat menenangkan diri. Bukan pergi bersenang-senang di bar. Atau memabukkan diri dengan puluhan macam minuman.

"Cassandra ... "

"Hem? "

Valeryn melepas kacamatanya. Menurunkan sedikit masker agar bisa bernapas dengan benar.

"Apa aku terlihat tidak dapat dipercaya? "

Cassandra mendengarkan.

"Padahal aku tidak berbuat apa-apa, " suara Valeryn serak. Tatapannya berubah lirih. Terlihat sangat menyedihkan, "Dia menamparku duluan, Cas ... Kau percaya padaku kan? "

Cassandra mengangguk, "Kau bukan tipe wanita yang akan mulai duluan kalau seseorang tidak memancing. "

"Right! " air bening jatuh tanpa permisi lewat pipi polos Valeryn. Wanita itu tiba-tiba menangis. Iya, sangat tiba-tiba. Hanya karena menatap manik abu-abu Cassandra yang tersirat berkata bahwa Valeryn terlihat sangat menyedihkan, " ... Lalu kenapa Leon malah menyalahkanku? "

"Di mana lelaki itu? "

"Di mansion mereka. "

Garis wajah datar Cassandra berubah, "Hah? "

"Dia tidak pulang, Cas. Aku pulang sendiri. Janeta menjemputku. Bahkan aku lupa berpamitan dengan Bunda Sandra. Mungkin dia marah atau kesal. Padahal dia baik sekali. Kema-"

PROTECT 2 √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang