Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter twenty seven || You and My Escape

3.3K 288 80
                                        

Hello!!
Aku tengok, banyak banget yang kesal sama bang yon 🤣
Ampe dimaki maki, aduh

Yaudah, karena dua part belakang Valeryn POV, dua part ini dan next partnya lagi jadi Leon POV

kita liat apa kalian akan tetap dendam sama si kampret ini ato kgk 😚

So, don't forget to respect me 😌
Sound on!

Hailee Steinfeld - Wrong Direction

HAPPY READING!!

****

Tidak ...

Tidak lagi ...

"Valery!! "

Kedua kaki Leon melangkah cepat. Bukan--bukan melangkah. Tapi berlari. Rahangnya mengeras, giginya digertakan. Leon terduduk. Memangku tubuh mungil itu. Valeryn ... Dia berlinang darah. Kepalanya ... Menonjolkan luka besar.

Orang-orang langsung meramaikan tempat kejadian. Menyaksikan siapa wanita yang memakai hoodie itu. Juga lelaki yang tengah berteriak histeris berharap wanitanya bisa bangun kembali. Mungkin menunggu hidayah tuhan.

Lalu tak lama ambulance datang. Valeryn di bawah masuk. Leon mengikut, dan menemaninya di dalam. Tangan Valeryn ia genggam erat. Tak mampu menahan bendungan air mata, Leon perlahan menangis. Iya, dia baru saja memarahi wanita malang ini lalu menangisinya.

Valeryn diberi pertolongan pertama. Leon yang kala itu cuman bisa menggila sangking marahnya. Bahkan membentak para medis. Katanya terlalu lama berbuat. Tentu saja merisihkan. Apalagi sampai di rumah sakit, suara Leon langsung jadi tontonan. Lelaki itu teriak, lalu menangis sendiri.

Terakhir, Valeryn ke unit darurat. Leon hanya bisa berhenti di depan pintu seraya menatap dari dinding kaca transparan. Tangannya mencakar dan mengotori dinding tersebut.

Emosinya kian meledak. Ia menendang dinding berkali-kali, memukul, bahkan menarik rambutnya sendiri. Orang-orang yang melihat itu melongo. Leon terlihat sangat menakutkan. Ia mungkin bisa saja membakar rumah sakit ini. Apalagi tidak ada yang meredahkan amarahnya.

Ah iya, cuman Valeryn Williams yang bisa.

Kenapa? Kenapa Leon harus semarah ini? Leon yakin tuhan sedang tertawa melihatnya. Dasar pecundang! Jilat lidahmu sendiri! Oke, untuk beberapa detik ke depan, silahkan maki dia sepuas-puasnya. So what? Leon tetap tidak ingin kehilangan Valeryn. Miliknya. Valeryn Williams miliknya, dan tuhan tidak berhak mengambilnya. Sengaja maupun tidak sengaja.

Wanita bodoh itu ... Jika dia ingin menunjukkan rasa marah pada Leon maka lakukanlah tanpa melukai dirinya sendiri. Apa dia pikir saat Leon memarahinya tadi Leon senang? Menikmati?

Tidak.

Masih ada dua puluh persen rasa benci akan Valeryn. Jangan tanya kenapa. Leon masih benci pada diri Valeryn yang bernama Aderlia Salsabila Pradipura. Kelicikannya masih melekat kuat dalam memori Leon. Oh sungguh, Leon membecinya. Sejatinya seorang lelaki, tidak akan pernah bisa melupakan wanita pertama yang membuatnya jatuh cinta. Apalagi di masa-masa menjadi anak nakal saat SMA dulu. Ugh, menyebalkan.

PROTECT 2 √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang