Chapter twelve || Wwo

3.8K 187 11
                                        

Sebuah jet pribadi berlogo W I L L I A M S mendarat mulus di airport utama Williams Company dari rute Mexiko-Amerika. Beberapa tentara bersenjata membantu Dennyal turun. Dari belakang Joshua mengikut seraya berpapar, "Sir, persiapan robot cetakan baru untuk pameran minggu depan telah disiapkan. "

"Beri tau penanggung jawabnya untuk bertemu denganku sore ini. "

"Baiklah, Sir. Tapi anda tidak ingin dulu memeriksa keadaan mesinnya? "

"Kau pergilah. Beritahu aku bagaimana detailnya. Pastikan sebelum pertemuan sore ini. "

"Iya, Sir. "

Joshua membukakan pintu mobil. Dennyal masuk. Joshua pun menyetir dan melaju menuju Mansion utama Williams.

Dennyal sangat kelelahan. Satu minggu sudah kepergiannya di Mexiko. Demi menuntaskan masalah pemberontakan waktu itu. Hingga untuk kesekian kali Dennyal meninggalkan Valeryn sendiri.

Baby V miliknya.

Dennyal rindu.

Mereka sampai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mereka sampai. Beberapa bodygurand menyambut. Termasuk Janeta dan pelayan lainnya. Dennyal berjalan masuk, Janeta mengikut dari belakang.

"Dimana Valery? "

Janeta menjawab, "Satu minggu ini Miss tidak pernah keluar kamar, Sir. "

"Masalahnya? "

"Miss tidak ingin menceritakannya pada saya dan mengunci pintu. Miss bahkan macet makan hingga jatuh sakit dari tiga hari yang lalu. "

Langkah Dennyal terhenti. Menatap Janeta murka. "Kau?! Bagaimana bisa Valery sakit? Paksa dia makan! Jangan dibiarkan! "

Janeta menunduk takut. Seakan pasrah, wanita itu tau ini akan terjadi. "Maafkan saya, Sir. "

"Kalau saja dia kenapa-napa.... " mata Dennyal memerah. Mencengkram kuat tangannya hingga terlihat jelas urat-urat. "Kau ku pecat. "

Lalu melangkah pergi menuju kamar Valeryn. Di sana, Dennyal mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada sahutan. Ia coba menghubungi lewat ponsel dan hasilnya tetap nihil.

Akhirnya Dennyal terpaksa mendobrak. Ia takut Valeryn kenapa-napa. Lalu ketika pintu berhasil terbuka, betapa terkejutnya Dennyal melihat Valeryn terduduk dengan keadaan tubuh acak-acakan.

"Baby V? "

Dennyal langsung mendekap Valeryn. Detak jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Nafasnya tercekat. Kenapa ia harus pulang hari ini? Seminggu lamanya Dennyal meninggalkan Valeryn dalam keadaan baik-baik saja lalu setelah itu Dennyal hanya mendapati Valeryn dalam keadaan lesuh seperti ini?

Percayalah rasanya sakit.

Seakan Dennyal adalah kakak paling bodoh diatasnya bodoh.

"Kau kenapa little girl? "

PROTECT 2 √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang