Untuk sampai pada titik yang sebenarnya, Tuhan bilang bertemulah lagi, buat kisahlah lagi, tapi untuk akhir, jangan tanya padanya. Ini waktu untuk memperbaiki kesalahan dan kesengajaan masa lalu.
Tidak ada teori bahwa 'Mencintai harus memiliki', ta...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Congratulation for Adhan Nathaleon Zevaro as a 2020's top graduate with 3,99 IPK. "
Suara tepukan bergemuruh di setiap sudut aula. Sang mahasiswa peraih gelar tersebut berdiri dengan senyum tipisnya menuju panggung dimana rektor sedang menunggu kedatangannya.
Ia menerima piagam penghargaan dan senyum merekah dari sang rektor. Kemudian berdiri di depan mic siap menyampaikan sambutan singkat di depan ratusan ribu mahasiswa yang tentu saja berharap bisa berada di tempatnya sekarang.
Leon menegakkan bahunya. Memperbaiki toga merah dari simbol pakaian pelulusan Universitas Harvard. Matanya menyapu seluruh manusia di depannya sekarang.
Satu kata pertama, dan suasana hening.
"Thankyou for the god, thankyou for my beatiful mom. "
Sandra melambaikan tangan seraya memperlihatkan senyum lebarnya.
"Thankyou for my sister. "
Mey juga memberikan simbol V untuk 'sarangheyo'.
"Thankyou for my girlfriend. "
Sasha malah menangis tersedu-sedu.
"Thankyou for my friends. And all of you, thankyou so much for support me. " ia menjeda--menghela nafas panjang sebelum berucap lagi, "I have no words to say except thanks to all my backers. I got this far because of you, I can stick to my principles because of you. Even though I'm not a citizen of Los Angels, I'm very grateful to be here. Bearing good name Indonesian. "
"And then... " Leon tidak nampak melihat wajah Angga ketika ia berharap Angga berada di sini, menyaksikannya, dengan berkata "I proud of you, son. "
"My dad, i wish you here. And look at me with your favorite ekspression. "
Setelah berkata panjang, akhirnya Leon turun dan kembali ke tempatnya. Setiap ketukan sepatu yang terdengar dari langkahnya, diselingi tepukan meriah dan kagum.
Satu-satunya mahasiswa fakultas bisnis dari Indonesia yang berlatar belakang kaya namun bisa menerima beasiswa prestasi dan akhirnya mencapai semua ini dari hasil kerja keras juga talenta otak memumpuni dari lahir.
Leon sendiri tentu saja senang. Walau tidak sampai pada IPK empat koma nol, ia tetap menjadi lulusan terbaik.